oalib

OALib Journal期刊

ISSN: 2333-9721

费用:99美元

投稿

时间不限

( 2019 )

( 2016 )

( 2015 )

( 2014 )

自定义范围…

匹配条件: “pembelajaran berpusatkan pelajar” ,找到相关结果约21条。
列表显示的所有文章,均可免费获取
第1页/共21条
每页显示 条
KAJIAN KES KEATAS KESAN KAEDAH PEMBELAJARAN KOPERATIF TEKNIK ’JIGSAW’ DALAM KURSUS ISYARAT DAN SISTEM
Hafizah Husain,Abdul Wahab Mohammad,Aini Hussain,Salina Abdul Samad
ASEAN Journal of Teaching & Learning in Higher Education , 2010,
Abstract: Kaedah pembelajaran koperatif (KOOP) berpusatkan pelajar merupakan suatu metodologi pengajaran aktif dalam kumpulan-kumpulan kecil berbanding kaedah pembelajaran kompetitif (KOMP) atau secara individu dan berpusatkan pensyarah. Teknik Jigsaw yangmerupakan subset pembelajaran KOOP telah menunjukkan keupayaan memupuk kemahiran interaksi berkumpulan, berfikiran kritis serta sifat positif, selaras dengan paradigma masa kini yang berlandas keperluan hasil pembelajaran. Dalam kajian ini ia digunakan dalam proses mengulangkaji topik yang telah diajar di bilik kuliah. Sehubungan dengan itu, kertaskerja ini membincangkan kedua-dua metodologi pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam kelas kursus isyarat dan sistem (KL2093) di Fakulti Kejuruteraan, UKM dan mengupas keberkesanannya secara kuantitatif dan kualitatif. Iajuga membandingkan struktur pembelajaran kooperatif dan kompetitif menggunakan rekabentuk kuasi-ujikaji. Analisis kuantitatif dilakukan ke atas dua set data markah peperiksaan pelajar untuk melihat kesan ke atas pencapaian akademik manakala analisis kualitatif dilakukan secara analisis sebab-akibat (cause-effect) untuk mengkaji kesannyaterhadap sikap pelajar. Pemerhatian dan analisis awal menunjukkan teknik jigsaw yang berpusatkan pelajar memberikan kesan yang lebih positif berbanding kaedah tradisional pembelajaran KOMP berpusat pensyarah.The student oriented cooperative leaning method (COOP) exhibit an active teaching methodology in small groups, as compared to the lecturer oriented competitive learning method (COMP). The Jigsaw technique is a subset of the COOP learning that has been demonstrated to nurture good group interaction skill, critical thinking ability, and positive attitude among students that are in agreement with the current outcome based paradigm. In this study, both methods were used in the revision process to reinforce theunderstanding of the topics taught in the class. This paper specifically discusses both methodologies that have been implemented in Signal and System course (KL2093) at the Engineering Faculty, UKM and analyzes its quantitative and qualitative effectiveness. Italso compares the cooperative and competitive structure using the quasi-experiment design approach. The quantitative analysis was carried out on two data sets of examination scores to evaluate their effects towards academic achievements, while, the qualitative analysis based on cause-effect process is performed to investigate the effects towards students’ behavior. Preliminary observation and analysis indicates that the student oriented jigsaw technique is
Pola Bekerja Sambilan Kalangan Pelajar Sekolah Menengah Di Daerah Melaka Tengah Dan Implikasinya Terhadap Prestasi Pembelajaran Di Sekolah
Noraziah Ali,Ranimah Yusuf,Hasnah Ali
e-BANGI : Journal of Social Sciences and Humanities , 2008,
Abstract: Perkembangan pesat Daerah Melaka Tengah yang berkait rapat dengan urbanisasi dan globalisasi telah menjana banyak peluang pekerjaan di pelbagai sektor ekonomi. Pelajar sekolah menengah adalah sebahagian daripada tenaga kerja sambilan yang telah mengisi jawatan kosong di pelbagai kompleks membeli-belah, gerai makanan, bengkel, kilang dan sebagainya. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji pola pekerjaan pelajar dan implikasinya terhadap pendidikan pelajar di Melaka Tengah. Seramai 126 pelajar yang dipilih secara purposif di lima buah sekolah menengah telah dikajiselidik di sekitar pertengahan tahun 2007. Kajian mendapati sebahagian besar responden bekerja dalam sektor perkhidmatan secara sambilan, iaitu selepas habis sekolah, pada cuti hujung minggu dan cuti sekolah. Dengan bekerja mereka berhadapan dengan kekangan masa dan fizikal untuk melakukan aktiviti pembelajaran di luar masa sekolah seperti mengulangkaji, menyiapkan kerja sekolah di rumah, kokurikulum dan lain-lain. Walau bagaimanapun, pendapatan yang perolehi pelajar daripada pekerjaan sambilan didapati membantu ekonomi keluarga, memenuhi keperluan kendiri dan menimbulkan rasa keyakinan diri kepada mereka. Banyak isu berbangkit berhubung dengan senario ini. Misalnya terdapat pelajar yang terpaksa bekerja untuk menampong kewangan keluarga kerana kemiskinan, dan ramai juga pelajar terdorong bekerja untuk membeli peralatan moden (telefon bimbit, baju berjenama, top-up dll) untuk gaya hidup semasa, dan paling serius ialah mereka kurang fokus terhadap pelajaran. Justeru, fenomenon pelajar bekerja sambilan dibimbangi menggugat pendidikan mereka.
PELATIHAN PARADIGMA DAN METODE PEMBELAJARAN
- , 2012, DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j24433527.v5i2.618
Abstract: Persoalan yang dihadapi dunia pendidikan kita di antaranya sikap pembelajar terhadap proses pembelajaran relatif kuang positif. Mereka tampaknya hanya bersekolah, belum belajar. Bersekolah hanyalah seperti mengikuti tahapan-tahapan menjalani kehidupan saja, layaknya jarum jam yang bergerak tanpa ruh.Rasa ingin bisanya (tujuan psikomotor) cenderung sangat rendah. Ditandai oleh takut mencoba, takut salah, takut malu jika tidak bisa. Seolah-olah salah itu tidak boleh, pertanda bodoh bahkan goblok. Akibat lanjutannya, kebiasaan yang cenderung terbentuk adalah mencari jalan pintas, seperti menyontek, mencontoh persis, kopi-paste, “bacem”, dan membeli ke biro jasa skripsi. Bibit-bibit untuk membentuk manusia dengan karakter suka menerabas, tidak peka mutu, tidak disiplin murni bahkan watak hipokrit sudah tampak menggejala. Tidak bermental pegulat atau pengarum jeram. Bermental penerabas. Variabel yang menjadi penyebabnya tentu sangat kompleks. Jangan-jangan budaya seneoritas, feodalisme, santun ke atas telah ikut mengantar paradigma botol kosong yang harus diisi ke dalam dunia pendidikan. Guru dan sekolah layaknya penguasa yang “leluasa” membentuk, mencetak lulusan. Globalisasi menginspirasi elit pendidikan kita untuk memperbarui paradigma pembelajaran, yang berakibat pada perubahan kurikulum, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), termasuk juga pendekatan dan metode pembelajarannya. Dengan paradigma pembelajaran bahwa siswa laksana butiran emas yang masih penuh lumpur maka prinsip yang perlu dijadikan kesadaran oleh para pendidik adalah bebaskan anak- anak dari “penjajahan” sekolahan, termasuk oleh gurunya. Pendekatan penggalian dan pengembangan potensi (butiran emas) oleh dirinya sendiri secara konsistenharus ditanamkan dan digalakkan. Guru dan manajemen sekolah hanya memfasilitasi agar tercipta atmosfer pembelajaran yang menyenangkan sehingga sekolah dan ruang-ruang kelas laksana lahan subur yang di atasnya dapat tumbuh subur benih-benih unggul yang penuh potensi. Guru bukan mengisi atau mengajar, tapi mengasah, mengasuh, menyulut, menyadarkan, memakcomblangi. Iklim atau suasana pembelajaran harus menyenangkan. Berarti, (a) fasilitas pembelajaran di sekolah harus memadai, (b) jumlah siswa per kelas juga mempengaruhinya; semakin banyak jumlahnya semakin sulit mengendalikan dan membuat suasana pembelajaran menyenangkan; (c) gaya komunikasi verbal dan nonverbal oleh guru, terutama dalam proses pembelajaran harus sirkuler bukan linier, harus demokratis bukan otoriter-doktriner, harus menyenangkan bukan membosankan dan juga harus bersifat keibuan atau
IMPROVING STUDENTS’ WRITING SKILL USING A PROCESS APPROACH
- , 2006, DOI: http://dx.doi.org/10.18860/ling.v1i2.552
Abstract: Ketrampilan menulis merupakan jenis ketrampilan berbahasa yang membutuhkan baik kemampuan tatabahasa dan pengorganisasian ide. Untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa bukanlah upaya yang sederhana, tetapi merupakan upaya yang membutuhkan cara-cara tertentu. Pengajaran ketrampilan menulis yang selama ini diterapkan di kelas lebih berorientasi pada pendekatan tradisional di mana pengajar ketrampilan menulis menyuruh siswa untuk menuliskan karangan dan karangan tersebut dikumpulkan untuk dikoreksi. Pada pendekatan ini siswa tidak diberi kesempatan untuk memasuki dunia nyata dalam menulis yaitu mencari topik, membuat kerangka karangan, menuliskan draft awal, merivisi dan menulis draft akhir. Langkah-langkah tersebut bisa dijumpai dalam pendekatan proses. Dengan menggunakan pendekatan tersebut dalam pengajaran ketrampilan menulis, siswa merasakan pembelajaran yang bermakna dan siswa dapat meningkatkan ketrampilan menulis mereka
Kajian Pembelajaran Online Berbasis Wiki Di Lingkup Perguruan Tinggi
Soetam Rizky Wicaksono
Journal of Education and Learning , 2012,
Abstract: Scope of online learning in higher education now more widely assumed to be a repository of teaching materials for both teachers and students. Nevertheless there are still many things that can still be developed and studied with an experimental model for online learning can be more participatory in the learning context given that the scope of the college is more directed to andragogik. One innovation that leads to this is to make the application of model-based learning wiki adopting crowdsourcing. This paper explores theoretical study attempted as a first step in the research development of wiki-based online learning model. The results of this study should be the basis for experiments to be conducted in order to adapt contextually in real state.
Budaya sekolah: Implikasi terhadap proses pembelajaran secara mengalami
Ruhani binti Mat Min
Jurnal Kemanusiaan , 2009,
Abstract: Kajian kualitatif ini bertujuan melihat kesan budaya sekolah terhadap pengalaman pembelajaran yang dilalui oleh kaunselor pelatih semasa menjalani praktikum kaunseling di sekolah. Praktikum kaunseling merupakan latihan praktis yang perlu dilalui bagi membolehkan seorang kaunselor pelatih bergraduat dari program latihan yang diikutinya.Pengalaman menjalani praktikum di sekolah membolehkan kaunselor pelatih mengendalikan perkhidmatan kaunseling dengan klien yang sebenar. Sepuluh orang kaunselor pelatih yang ditempatkan di sembilan buah sekolah yang berbeza terlibat di dalam kajian ini. Data dikumpulkan melalui siri temubual bersama kaunselor pelatih, iaitu di permulaan, pertengahan dan di akhir praktikum kaunseling. Mereka juga terlibat dalam penulisan diari secara mingguan. Pemerhatian dan kajian dokumen berkaitan dilakukan oleh penyelidik. Dapatan kajian menunjukkan bahawa proses pembelajaran yang dilalui oleh kaunselorpelatih berkaitan dengan budaya yang diamalkan oleh sesebuah sekolah. Terdapat dua budaya yang utama dipraktiskan di sekolah, iaitu menerima perkhidmatan kaunseling sebagai salah satu aktiviti yang menyokong perkembangan pelajar dan kedua, tidak menerima sepenuhnya perkhidmatan kaunseling. Ekoran tidak menerima berkenaan berlaku isu ketidaksediaan, kurang menghormati dan kurang kerjasama. Kaunselor pelatih menghadapi pelbagai cabaran semasa berada di persekitaran sekolah, walaupun begitu mereka juga memperolehi kepuasan, khususnya apabila dapat menyelesaikan tugasan yang telahditetapkan.
MEMBANGUN SISTEM PEMBELAJARAN PENGENALAN BENTUK UNTUK ANAK BERBASIS MULTIMEDIA DAN GAME INTERAKTIF
Fiftin Noviyanto
Jurnal Informatika , 2013,
Abstract: Aplikasi pembelajaran pengenalan bentuk untuk anak ini adalah suatu aplikasi pembelajaran pengenalan bentuk pada anak pra TK dengan bantuan komputer. Aplikasi ini merupakan suatu media pembelajaran mengenal bentuk yang terdiri dari bagian tutorial dalam bentuk permainan serta bagian evaluasi. Didalam membuat suatu Aplikasi pembelajaran yang berbasis multimedia ini, diperlukan suatu program yang mampu mengkombinasikan teks, grafik, suara dan animasi. Informasi dalam bentuk multimedia juga lebih menarik dan interaktif dibandingkan dengan informasi dalam bentuk teks. Untuk mewujudkan hal tersebut digunakan perangkat lunak Macromedia Flash MX untuk membuat perangkat lunak ini. Pengujian sistem dengan black box test dan alfa test. Hasil uji coba sistem menujukkan bahwa aplikasi ini menarik minat anak belajar bentuk dengan permainan menggunakan multimedia yang interaktif, gambar dengan suara sehingga tidak membosankan, serta game yang dapat mengalihkan kejenuhan saat belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PELACAKAN PADA MATA KULIAH KECERDASAN BUATAN BERBASIS MULTIMEDIA
Dedi Nugraha,Sri Winiarti
Jurnal Informatika , 2013,
Abstract: Pembelajaran Kecerdasan Buatan pada materi Sistem Pelacakan bagi sebagian mahasiswa sangatlah susah dipahami. Berdasarkan data yang diperoleh dari 30 mahasiswa yang sedang dan yang pernah mengambil mata kuliah kecerdasan buatan, terlihat bahwa jumlah presentase mahasiswa yang tidak memahami materi Sistem Pelacakan lebih banyak dari pada mahasiswa yang paham akan materi Sistem Pelacakan. Jumlah mahasiswa yang membutuhkan alat bantu berupa media pembelajaran lebih banyak dari pada jumlah mahasiswa yang tidak membutuhkan. Untuk itu perlu dibangun aplikasi pembelajaran Kecerdasan Buatan khususnya pada materi Sistem Pelacakan agar dapat digunakan mahasiswa sebagai sarana belajar dan mempermudah dosen dalam menyampaikan materi. Subjek dalam penelitian ini adalah aplikasi multimedia sebagai media pembelajaran Kecerdasan Buatan pada materi Sistem Pelacakan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, metode observasi, dan metode wawancara. Aplikasi disusun dengan prosedur yang mencakup indentifikasi masalah yang diperoleh, analisis kebutuhan, merancang konsep, merancang isi, design document dan diagram navigasi, merancang naskah, merancang grafis, memproduksi sistem, pengetesan sistem dengan black box dan alpha test. Hasil penelitian ini adalah aplikasi multimedia sebagai media pembelajaran Kecerdasan Buatan pada materi Sistem Pelacakan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika di Universitas Ahmad Dahlan yang berdasarkan hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran ini dapat membantu proses pembelajaran pada mahasiswa untuk memahami materi dan dapat digunakan sebagai alat bantu dosen untuk menunjang pembelajaran Kecerdasan Buatan.
KONSEP BILINGUALISME DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING
Edy Subali
Jurnal Sosial Humaniora , 2015, DOI: 10.12962/j24433527.v8i1.1246
Abstract: Artikel ini berjudul “Konsep Bilingualisme dan Pembelajaran BIPA”. Pertanyaannya adalah bagaimana konsep bilingualisme dapat membantu mempermudah dan memperlancar proses pembelajaran BIPA? Konsep pada dasarnya merupakan prinsip atau asas yang dapat menjadi dasar berfikir atau bertindak. Bagaimana pengajar dan pembelajar BIPA memanfaatkan dan menerapkan konsep bilingualisme kepada pembelajar penutur asing yang majemuk: B1-nya majemuk, latar sosial budayanya majemuk, tujuan mereka belajar B2 bahasa Indonesia juga majemuk. Konsep atau prinsip bilingualisme yang dapat dimanfaatkan sebagai kerangka dasar, misalnya: hipotesis pemerolehan versus pembelajaran, hipotesis monitor, hipotesis saringan afektif, hipotesis urutan alamiah dan hipotesis masukan, dan teori akulturasi. Selain itu, silabus pembelajarannya mempertimbangkan kemajemukan pembelajar BIPA. Bahan ajar pembelajaran BIPA pun perlu memperhatikan tujuan mereka atau penutur asing belajar bahasa Indonesia, garadasi kesulitan bahan ajar, variasi bahan ajar, konteks, dan integrasi bahan ajarnya. Sedangkan prinsip-prinsip pembelajaran BIPA yang perlu diperhatikan misalnya, aspek lintas budaya pembelajar dan pengajar, dan karakteristik pembelajar sebagai orang yang berkategori dewasa.
Pengembangan MedPAK: Media Pembelajaran Pendidikan Antikorupsi Berbasis Multimedia
- , 2019, DOI: https://doi.org/10.23917/khif.v5i1.7172
Abstract: Data menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun Indeks Persepsi Korupsi Indonesia terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen pemerintah yang direalisasikan melalui berbagai upaya dalam menangani masalah korupsi telah berada di jalur yang tepat walaupun belum optimal. Korupsi masih menjadi masalah yang serius di Indonesia karena masih dapat dilakukan oleh siapa saja, terjadi di berbagai tempat, dan dalam berbagai jenis perkara dengan jumlah yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 Pasal 13 menyebutkan bahwa salah satu upaya pencegahan yang dapat dilaksanakan oleh KPK adalah menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan penting dilibatkan dalam upaya pemberantasan korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Pendidikan Antikorupsi berbasis multimedia untuk tingkat perguruan tinggi yang disebut MedPAK. MedPAK dikembangkan dengan mengadopsi metode Research and Development. Hasil penilaian materi pada MedPAK menunjukkan rata-rata persentase 88% sedangkan hasil penilaian media adalah sebesar 84% di mana keduanya termasuk kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa MedPAK layak untuk digunakan
第1页/共21条
每页显示 条


Home
Copyright © 2008-2020 Open Access Library. All rights reserved.