oalib

Publish in OALib Journal

ISSN: 2333-9721

APC: Only $99

Submit

Search Results: 1 - 10 of 25 matches for " Soejono Tjitro "
All listed articles are free for downloading (OA Articles)
Page 1 /25
Display every page Item
PENGARUH BENTUK RISER TERHADAP CACAT PENYUSUTAN PRODUK COR ALUMINIUM CETAKAN PASIR
Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin , 2001,
Abstract: The shape and dimension of riser influence shrinkage defect in sand casting product. It influences the rate of solidification of the metal in mould cavity. The goal of this research is to investigate the effect of casting modulus to shrinkage defect. This research uses different shape and dimension of the riser. Three type of risers was used with the same gating system. The result of the research shows that the casting modulus influences shrinkage defect in castings. Abstract in Bahasa Indonesia : Bentuk dan dimensi riser mempengaruhi terjadinya cacat penyusutan pada produk cor cetakan pasir. Bentuk dan dimensi riser ini mempengaruhi laju pembekuan cairan logam di rongga cetakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai casting modulus terhadap cacat penyusutan. Penelitian ini menggunakan riser dengan bentuk dan casting modulus berbeda. Ketiga jenis riser menggunakan sistem saluran yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa casting modulus mempengaruhi terjadinya cacat penyusutan pada produk cor. Kata kunci: pengecoran cetakan pasir, casting modulus, riser.
Pengaruh Tekanan dan Temperatur Die Proses Squeeze Casting Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Pada Material Piston Komersial Lokal
Duskiardi Duskiardi,Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin , 2002,
Abstract: Squeeze casting which often known as called liquid metal forging where molten metal is solidified under relatively high external pressure. Contact between molten metal with punch and die enable to increase the rate of heat transfer. The microstructure of the casting will be more homogenous and the mechanical properties will be improved. The material used this investigation is taken from commercial piston product with the following composition bal. : 12.62 wt% Si, 2.83 wt% Cu, 1.58 wt% Ni, 0.89 wt% Mg, 0.38 wt% Fe, 0.15 wt% Mn, 0.078 wt% Zn, 0.016 wt% Pb, 0.009 wt% Sn, 0.006 wt% Ca dan Al. The material melted up to 700oC, the specimens were made using direct squeeze casting by combining pressure and temperature. Finally the specimens were examined through hardness, porosity and microstructure. The results show the solidification rate significantly improves the properties of the specimen. The process decrease quantity of the porosity up to 85.15 % and increase the Britnell hardness 5.29% after heat treated (T6). The optimum pressure and temperature is 70 - 100 MPa and 400 - 700oC. Abstract in Bahasa Indonesia : Squeeze casting sering juga disebut dengan liquid metal forging, dimana logam cair dibekukan dibawah tekanan eksternal yang relatif tinggi. Terjadinya kontak antara logam cair dengan punch dan die pada saat penekanan memungkinkan terjadinya perpindahan panas yang cukup cepat. Ini akan menghasilkan struktur mikro yang lebih homogen serta perbaikan sifat mekanik. Material yang digunakan untuk pengujian ini dan sekaligus sebagai pembanding diambil dari produk piston komersial lokal dengan komposisi bal. 12.62 wt% Si, 2.83 wt% Cu, 1.58 wt% Ni, 0.89 wt% Mg, 0.38 wt% Fe, 0.15 wt% Mn, 0.078 wt% Zn, 0.016 wt% Pb, 0.009 wt% Sn, 0.006 wt% Ca dan selebihnya Al. Material dilebur pada 700 o C, benda uji dibuat dengan menggunakan teknik squeeze casting dengan jalan memvariasikan tekanan dan temperatur. Selanjutnya benda uji dikarakterisasi berupa kekerasan , porositas dan struktur mikro. Pada pengujian yang dilakukan, laju pendinginan material akibat pengaruh tekanan dan temperatur die sangat signifikan pengaruhnya terhadap perbaikan sifat benda uji. Dari hasil pengamatan, proses ini mampu menurunkan porositas sampai 85.15 % dan memperbaiki kekerasan sebesar 5.29 % setelah dilakukan perlakukan panas T6. Tekanan serta temperatur die optimal didapatkan pada 70 - 100 MPa dan 400 - 450 0C. Kata kunci: pengecoran squeeze, struktur mikro, kekerasan.
Pengujian Pengaturan dan Penyeimbangan dalam Sistem Pengkondisian Udara
Herry Sunandar,Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin , 1999,
Abstract: The design and installation of an air conditioning system may be carried out properly, but if it is not adjusted and balanced to meet design conditions, it will not perform satisfactorily. The complexity of modern air conditioning systems may make the balancing process quite involved. Even some experienced personnel frequently are unaware of the difficulties and requirements of balancing. In the past it was often possible to get by with making a few adjustments and checking if people were comfortable. This is no longer satisfactory on large systems. Organized procedures are required to balance a system so that it will result in comfort in all seasons. Furthermore, the increased need for minimizing energy waste also requires correct balancing techniques. An improperly balanced system will almost certainly use excess energy. The testing and balancing process is often carried out by the contractor upon completion of the installation but for large systems a whole new profession has grown, with organizations and specialist who do only this work. This has happened not only because of the complexity of the task, but it also means an independent organization verifies that the system is operating correctly. Abstract in Bahasa Indonesia : Desain dan pelaksanaan pemasangan sistem pengkondisian udara bisa saja sudah dilakukan dengan tepat, tetapi jika tidak diatur (adjusted) dan diseimbangkan (balanced) sesuai dengan kondisi desain, maka tidak akan menunjukkan hasil yang memuaskan. Kompleksitas sistem pengkondisian udara modern menjadikan proses penyeimbangan cukup rumit. Bahkan para ahli seringkali tidak sadar akan kesulitan dan persyaratan balancing. Pada masa lalu, seringkali mungkin mendapatkan penghuni merasa nyaman dengan sedikit pengaturan dan pemeriksaan. Hal itu tidak akan memuaskan untuk sistem yang besar. Prosedur yang terorganisir dibutuhkan untuk menyeimbangkan sistem tersebut sehingga menghasilkan kenyamanan sepanjang waktu. Terlebih lagi kebutuhan yang meningkat akan meminimalkan energi yang terbuang juga memerlukan teknik balancing yang benar. Sistem yang tidak diimbangkan dengan benar pasti akan memerlukan energi lebih besar. Proses testing dan balancing sering dilakukan oleh kontraktor pada penyelesaian instalasi tetapi untuk sistem yang besar, profesi baru muncul, dengan organisasi dan spesialis yang hanya khusus menangani pekerjaan ini. Hal ini terjadi bukan hanya disebabkan kompleksitas dari tugas, tetapi juga berarti organisasi mandiri memverifikasi bahwa sistem beroperasi dengan benar. Kata kunci : testing, adjusting, balancing, sistem pengko
Studi Perbandingan Kinerja Anoda Korban Paduan Aluminium dengan Paduan Seng dalam Lingkungan Air Laut
Juliana Anggono,Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin , 1999,
Abstract: There are two kinds of sacrificial anodes available to protect steel structure in the marine environment; they are zinc and aluminum alloy. This research studies their performance by conducting galvanic corrosion test in the substitute ocean water. The performance evaluated covers potential of protection, galvanic current, capacity and efficiency, the rate of anode consumption, the induction time, and their corrosion form. The result shows that aluminum alloy has galvanic current and anode capacity higher than the zinc alloy. It is also found that this alloy gives the higher efficiency and shows the lower anode consumption rate than the zinc alloy. From the macro photographs, it is found that these two alloys corrode locally by pitting formation. Abstract in Bahasa Indonesia : Terdapat dua jenis paduan anoda korban yang digunakan untuk memproteksi struktur baja karbon di lingkungan air laut, yaitu paduan aluminium dan paduan seng. Penelitian ini bertujuan mempelajari kinerja dua jenis anoda korban tersebut dengan melakukan uji korosi galvanik dalam lingkungan pengganti air laut. Kinerja yang diukur adalah potensial proteksi, arus galvanik, kapasitas anoda, efisiensi anoda, laju konsumsi anoda, waktu induksi, dan pola korosi anoda. Hasil penelitian menunjukkan anoda korban paduan aluminium menghasilkan arus galvanik dan kapasitas anoda yang lebih besar daripada paduan seng. Demikian pula efisiensi paduan aluminium lebih baik dan laju konsumsinya lebih rendah daripada paduan seng. Dengan foto makro tampak bahwa pola korosi yang terjadi pada kedua jenis paduan menunjukkan anoda korban tidak terkorosi secara merata, melainkan terjadinya korosi pitting pada permukaannya. Kata kunci : proteksi katodik, anoda korban, lingkungan pengganti air laut.
Pengaruh Kecepatan Putar Pada Proses Pengecoran Aluminium Centrifugal
Sugiharto Sugiharto,Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin , 2004,
Abstract: One of the methods in casting process is centrifugal casting. Generally, it is used to make a product in the form of cylinder or symmetric on spin mold. Thus, it is necessary to discuss further about the influence of rotation velocity variation on the quality of Aluminum casting product that enwrap mechanical characteristic and micro structure. The velocity variations that chosen are 150 rpm, 180 rpm and 200 rpm. This experiment is executed by looking at micro structure that is produced on each rotation variation especially the part of cross section of casting product. Then, it can be done a discussion about micro structure relation towards the hardness number on each rotation variation. In the observation of micro structure, grain structure that is produced by centrifugal casting is generally equiaxed and columnar with the orientation of direction in accordance with the direction of machine velocity. From the result of Vickers hardness test, it can be seen that rotation variation on 200 rpm show higher hardness number rather than another rotation variation. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu metode dalam proses pengecoran adalah pengecoran centrifugal yang pada umumnya digunakan untuk menghasilkan benda berbentuk silinder atau benda kerja yang simetris pada cetakan yang berputar. Oleh karena itu perlu dikaji lebih lanjut tentang pengaruh variasi kecepatan putar cetakan terhadap kualitas pengecoran alumunium yang meliputi sifat mekanik (kekerasan) dan struktur mikro. Variasi kecepatan yang dipilih sebesar 150 rpm, 180 rpm dan 200 rpm. Percobaan dilakukan dengan melihat hasil struktur mikro yang dihasilkan pada setiap variasi putaran terutama bagian penampang melintang produk cor. Selanjutnya dapat dilakukan pembahasan mengenai hubungan struktur mikro terhadap angka kekerasan setiap variasi putaran tersebut. Pada pengamatan struktur mikro, bentuk butir yang dihasilkan pengecoran centrifugal secara umum berbentuk equiaxed dan columnar dengan orientasi kemiringan sesuai dengan arah putaran mesin. Dari hasil uji kekerasan Vickers, terlihat bahwa variasi putaran 200 rpm menunjukkan angka kekerasan yang lebih besar dibandingkan dengan variasi putaran lainnya. Kata kunci: pengecoran centrifugal, aluminium, kekerasan, struktur mikro.
Studi Eksperimental Pengaruh Paramater Proses Pencetakan Bahan Plastik Terhadap Cacat Penyusutan (Shrinkage) Pada Benda Cetak Pneumatics Holder
Firdaus Firdaus,Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin , 2002,
Abstract: Pneumatics holder which supports all pneumatics components requires high tolerance in dimension. Therefore, perfect design process which means accurate process parameter selection will enable us to produce as cast holder as required. This experimental study is to produce pneumatics holder by combining several process parameters on injection moulding machine, such as : melting point, air pressure level, holding time and pressure duration. The results show that the process parameter significantly influence the as cast holder product as required, so that the process parameter selected should be in accordance with the raw plastic material availiable. Abstract in Bahasa Indonesia : Akurasi dimensi yang dibutuhkan bagi benda cetak pneumatics holder yang berfungsi sebagai dudukan katup-katup atau komponen pneumatik lainnya tergolong cukup tinggi. Untuk itu diperlukan desain proses yang baik agar hasil cetakan dapat memenuhi syarat fungsionalitas. Proses yang baik tentu saja harus mempertimbangkan parameter proses yang sesuai sehingga hasil yang diharapkan dapat terpenuhi. Studi eksperimental ini melakukan percobaan pembuatan produk pneumatics holder dengan memvariasikan beberapa parameter proses pada mesin injection moulding yang ada. Parameter proses meliputi: temperatur leleh (melting point), tekanan udara (air pressure), waktu penahanan (holding time), dan waktu penekanan (pressure duration). Hasil studi menunjukkan bahwa pemilihan parameter yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil benda cetak yang diinginkan, sehingga perlu dicari parameter terbaik untuk setiap benda cetak berdasarkan jenis bahan baku plastik yang ada. Selain itu, parameter temperatur leleh sangat signifikan pengaruhnya terhadap cacat shrinkage.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Efisiensi Inhibisi Asam Askorbat (Vitamin C) pada Laju Korosi Tembaga
Soejono Tjitro,Juliana Anggono
Jurnal Teknik Mesin , 1999,
Abstract: Corrosion rate can be reduced by adding inhibitor and inhibition efficiency is a measure if its ability to suppress corrosion. The result of the immersion tests show that the inhibition efficiencies are different on each environment. Addition of 50 ppm of ascorbic acid results in the highest efficiency for NaC1 and CaCO3 environment while for Ca SO4 environment needs 100 ppm. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemberian inhibitor dapat mengurangi laju korosi dan kemampuannya untuk menginhibisi diukur dari efisiensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi inhibisi berbeda-beda pada lingkungan yang berbeda. Penambahan inhibitor yang paling efisien untuk lingkungan NaCl dan CaCO3 dalah 50 ppm asam askorbat sedangkan untuk lingkungan CaSO4 adalah 100 ppm asam askorbat. Kata kunci : laju korosi, efisiensi inhibisi, asam askorbat.
Pemakaian Thermal Storage pada Sistem Pengkondisi Udara
Soejono Tjitro,Herry Sunandar
Jurnal Teknik Mesin , 1999,
Abstract: Air conditioning system consume 70 - 80 % of a building's energy requirement. Application of ice storage system can regulate electric load consumption so that its peak load can be controlled. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem pengkondisian udara memakai energi 70 - 80 % dari seluruh energy sebuah gedung. Penerapan ice storage pada sistem tersebut dapat mengatur pemakaian beban listrik sehingga pemakaian beban listrik pada beban puncak dapat dikontrol. Kata kunci : ice storage, chiller, sistem pengkondisi udara
PENGECORAN SQUEEZE
Soejono Tjitro,Firdaus Firdaus
Jurnal Teknik Mesin , 2000,
Abstract: Squeeze casting, also known as liquid metal forging, is a term commonly used to describe a process by which molten metal solidifies under pressure within closed dies position between the plates of a hydraulic press. The applied pressure and instant contact of the molten metal with the die surface produce a rapid heat transfer condition that yields a pore-free fine grain casting with mechanical properties. Which is similar to those of wrought products. This papers reviews aspect of recent progress in the development of current squeeze casting techniques, and address both the advantages and limitations of the various processes. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengecoran squeeze, yang juga dikenal dengan istilah penempaan logam cair, merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menggambarkan suatu proses dimana logam cair didinginkan di dalam cetakan tertutup sambil diberi tekanan luar yang biasanya berasal dari tenaga hidrolik. Tekanan yang diberikan serta kontak langsung antara logam cair dengan dinding cetakan akan menyebabkan terjadi perpindahan panas secara cepat yang memungkinkan untuk menghasilkan produk cor dengan porositas rendah serta memiliki ukuran butir yang halus dengan sifat mekanik yang mendekati produk tempa umumnya. Karya tulis ini mencoba mengkaji perkembangan terkini dari pengecoran squeeze serta keunggulan dan keterbatasan proses ini dibandingkan proses-proses lainnya. Kata kunci: pengecoran squeeze langsung, pengecoran squeeze tak langsung
Analisa Pengaruh Bentuk Penampang Riser Terhadap Cacat Porositas
Hendri Gunawan,Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin , 2003,
Abstract: Porosity defect may be propagated by the failure of riser to compensate shrinkage rates. This research is to investigate the influence of the riser shape against porosity defect. The section of riser to be compared is between rectangular and circle shape. The casting process is used sand casting. The research result shows that section of riser significantly influence the porosity defect. Abstract in Bahasa Indonesia : Cacat porositas dapat disebabkan akibat kegagalan fungsi riser untuk mengkompensasi penyusutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk riser terhadap cacat porositas. Bentuk penampang riser yang akan dibandingkan adalah segi empat dan bulat. Pengecoran yang digunakan adalah pengecoran cetakan pasir Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penampang riser mempunyai pengaruh yang signifikan bagi timbulnya cacat porositas. Kata kunci: riser, porositas, pengecoran cetakan pasir.
Page 1 /25
Display every page Item


Home
Copyright © 2008-2017 Open Access Library. All rights reserved.