oalib

Publish in OALib Journal

ISSN: 2333-9721

APC: Only $99

Submit

Any time

2013 ( 1 )

2012 ( 19 )

2011 ( 1 )

2009 ( 1 )

Custom range...

Search Results: 1 - 10 of 24 matches for " Arbain Joesoef "
All listed articles are free for downloading (OA Articles)
Page 1 /24
Display every page Item
FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEMATIAN BAYI DI DAERAH PEDESAAN NANGGUNG DAN RUMPLN, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT
Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: A sample study to identify the risk factors of infant mortality was carried out in the rural popula-tion of Nanggung and Rumpin in the Bogor Regency, West Jawa during a period of October to Decem-ber 1985. A total of 768 households were observed, of which 23 percent had a history of infant death in the last five years. The risk factors identified were the mother's education, the mother's age at her first marriage, the mother's marital status, clean water supply, sanitary human excreta disposal, infant and under-fives health supervising and immunization accessability and the distance of the residence to the nearest health facility,. The father's education, the father's occupation and the family income were not confirmed as the infant mortality risk factors in the study areas.
INFEKSI WUCHERERIA BANCROFTI DI SAUKOREM DAN WEFIANI KABUPATEN MANOKWARI, IRIAN JAYA
Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: A filariasis survey was conducted in Saukorem and Wefiani, Manokwari Regency, Irian Jaya, Indonesia, in October 1982. A total of 366 persons in Sau korem and 228 persons in Wefiani was examined. The infection rates of persons in these two surveyed areas were 20.5% and 20.6% and the intensity of infection were 18.75 and 14.79 respectively. The youngest found infected was an eight months old boy. The prevalence of microfilaraemia tended to increase with age and the prevalence in male was higher than female. The highest count of microfilariae was 659 per 20 mm3 blood sample. All microfilariae were identified as nocturnally periodic Wuchereria ban crofti with the periodicity index of 103.09.Twelve persons were found with symptoms of elephan-tiasis of legs, 3 persons with elephantiasis of legs and arms, 5 persons with elephantiasis of scrotum and one person with elephantiasis of legs and scrotum. The only mosquito vector identified in the surveyed area was Anopheles farauti.
KEMATIAN PENDUDUK DI DAERAH PEDESAAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT, TAHUN 1985
Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: A preliminary study on infant mortality was done in the rural area of Nanggung, Bogor Regency, West Java in 1985. A sample of 11,718 villagers were observed for information on causes of death and expectation of life at birth by using historical prospective study. Infant mortality rate was 95.2 per 1,000 live births; death rate of 1—4 years age group was 13.7 per 1,000 midyear population; proporti-onate mortality ratio of the under-fives in relation to all deaths was 71.9 percent; crude death rate was 8.2 per 1,000 midyear population; expectation of life at birth was 66.8 years. The causes of death, grouped in different level of estimated years of life lost, were acute respiratory tracts, pulmonary infec-tions, diarrhoea, infections that can be prevented by immunization, low birth weight, birth injuries, accidents, chronic diseases and other unknown causes. Five of the 7 groups of causes of death were mainiy found in the under-fives group in the study area.
Brugia timori INFECTION IN LEKEBAI, FLORES: clinical aspects
Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Pengamatan filariasis pada penduduk Nualolo-Lekebai, Pulau Flores telah dilakukan pada bulan Februari 1975. Kampung Nualolo-Lekebai berpenduduk 680 jiwa, pekerjaan bertani dan menganut agama Nasrani. Kebiasaan hidup di antara penduduk di daerah ini adalah menyerahkan pelaksanaan pekerjaan berat pada kaum wanita, baik di rumah ataupun di kebun. Dalam perjalanan jauh baik ke kebun atau ke pasar, kaum wanitanya selalu berjalan kaki sedangkan kaum prianya menunggang kuda. Sejumlah 80% dari penduduk kampung ini telah diperiksa terhadap infeksi parasit filaria dan terhadap gejala filariasis. Dari hasil yang ditemukan ternyata penduduk kampung ini menderita infeksi Brugia timori dengan angka derajat infeksi sebesar 7.0% dan angka derajat elephantiasis sebesar 10.3%. Hal yang menarik yang ditemukan dalam pengamatan ini adalah tingginya angka derajat elephantiasis pada kaum wanita dibandingkan dengan pada kaum pria. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan hidup kaum wanita di daerah ini sehari-hari yang bekerja lebih berat dan berjalan kaki lebih sering dan lebih jauh dibandingkan kaum prianya.
NEW FOCUS OF BANCROFTIAN FILARIASIS IN SEMARANG MUNICIPALITY
Arbain Joesoef,Isdiarto Hidayat
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Wuchereria bancrofti adalah jenis filaría manusia yang pertama kali ditemukan di Indonesia. Flu ditahun 1919 melaporkan jenis filaría ini diantara penduduk dikota Jakarta yang kemudian Brug, di-tahun 1920 menemukan bahwa penularan penyakit yang disebabkan oleh jenis filaría ini diantara pen-duduk di Jakarta adalah jenis nyamuk tergolong Culex p. fatigans. Belum banyak pengetahuan tentang penularan penyakit filaría semacam ini di Indonesia. Pada survey yang dilakukan bulan Januari 1977 di kota Semarang ditemukan fokus baru dari W. bancrofti periodik noktuma yang diduga nyamuk C.p. fatigans sebagai penularnya. Dari 1,050 penduduk yang diperiksa ditemukan 5.5 persen diantaranya mengandung bibit penyakit ini didalam darahnya. Tidak terlihat adanya perbedaan jenis kelamin dari penduduk yang diserang sedangkan jumlah penderita lebih banyak terdapat diantara golongan umur 50 tahun atau lebih. Di-antara penduduk yang diperiksa tidak ditemukan gejala penyakit baik yang akut ataupun yang menahun.
HUMAN PARASITE SURVEY ON NASI AND BERAS ISLANDS ACEH PROVINCE, SUMATRA
E. E. Stafford,M. Iljas,Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Survey parasit usus dan darah manusia terhadap penduduk pulau-pulau Nasi/Beras Propinsi Aceh, Sumatra, telah diadakan dihulan Januari, 1975. Sebanyak 83 pulasan darah dari 67 pria dan 16 wanita, serta 87 contoh tinja diperoleh dari 52 pria dan 35 wanita. Brugia malayi microfilaria ditemukan dalam 3 atau 3 persen dari darah yang diperiksa dan juga parasitemia yang disebabkan oleh Plasmodium malariae 1 atau 1 persen dan P. falciparum 2 atau 2 persen. Trichuris trichiura (86 persen ), merupakan parasit usus yang paling banyak ditemukan, diikuti oleh cacing tambang (77 persen), Ascaris lumbricoides (60 persen), Entamoeba histolyrica (11 per sen), H. coli (10 persen ). Endolimax nana hanya 5 atau 6 persen dan Iodamoeba butschlii dan Giardia lamblia, masing-masing 3 persen. Tidak ada ditemukan Schistosoma japonicum atau pun ova cestoda diantara penduduk yang diperiksa.
INTESTINAL PARASITES AND MALARIA IN MUSI BANYU ASIN AND OGAN KOMERING ULU REGENCIES, SOUTH SUMATRA
W. Patrick Carney,Soeroto Atmosoedjono,Hadi Sajidiman,Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Pada bulan Mei 1973 diadakan survey tinja dan darah di lima desa di Sumatra Selatan untuk mengetahui aspek-aspek penyakit parasit pada penduduk asli dan para transmigran yang datang antara tahun 1935 dan 1955. Desa-desa Tanjung Kerang, Simpang Langkap dan Biuku di Kabupaten Musi Banyu Asin yang terletak di sebelah barat laut kota Palembang merupakan daerah hutan-ladang-huma dan perkebunan karet rakyat dikelilingi oleh rawa-rawa, yang di diami oleh penduduk asli. Desa-desa Sidomulyo dan Tanjung Raya di Kabupaten Ogan Komering Ulu, terletak di sebelah tenggara' kota Palembang, adalah tempat transmigrasi yang merupakan daerah persawahan." Dari 358 orang yang diperiksa tinjanya yang terdiri dari 193 laki-laki dan 165 wanita, di keiemukan 97 per cent terinfeksi oleh sedikitnya satu macam parasit, 87 per cent oleh 2 macam parasit atau lebih dan 55 per cent oleh 3 macam parasit atau lebih. Telur-telur cacing yang di temukan antara lain ialah: Trichuris trichiura. (83 per cent), Ascaris lumbricoides (78 per cent) dan cacing tambang (59 per cent). Enterobius vermicularis (1 per cent) dan Strongyloides stercoralis (0,3 per cent) jarang di jumpai. Entamoeba coli (29 per cent) merupakan parasit protozoa yang biasa di temukan. Jumlah rata-rata protozoa yang ada dalam usus ialah: Entamoeba histofytica (4 per cent), Entamoeba hartmanni (1 per cent), Endolimax nona (5 per cent), Iodamoeba butschlii (5 per cent), Giardia lamblia (3 per cent) dan Chilomastbc mesnili (4 per cent). Distribusi dari parasit usus hampir sama di antara golongan laki-laki dan wanita; meskipun tanah memegang peranan yang sama dalam pemindahan cacing-cacing, tetapi A. lumbricoides dan T. trichiura lebih banyak di jumpai pada wanita, sedangkan cacing tambang lebih banyak pada laki-laki. Prevalensi parasit usus menurut golongan umur adalah sebagai berikut: A. lumbricoides lebih banyak pada golongan muda, T. trichiura merata pada semua golongan umur, tetapi yang terbanyak pada golongan umur antara 30-39 tahun. Infeksi cacing tambang terdapat tinggi, antara 50 sampai 60 per cent, sampai umur 50 tahun. Pada orang-orang yang berumur lebih dari 50 tahun, infeksi cacing tambang ini sangat menyolok meningkatnya sampai 92 per cent. Adanya perbedaan infeksi dari protozoa usus menurut golongan umur tidak dapat di buktikan. Pemeriksaan 472 sediaan darah yang berasal dari 5 desa tersebut diatas menemukan Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum pada 8 orang. Lima di antaranya adalah anak-anak yang berumur di bawah 10 tahun. Infeksi pada golongan laki-laki dan wanita tampak sama rata
MALAYAN FILARIASIS STUDIES IN KENDARI REGENCY, SOUTHEAST SULAWESI, INDONESIA I: Parasitological survey
Arbain Joesoef,Lifwarni Lifwarni,Wardiyo Wardiyo,L. Maneoba
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Observasi penyakit filaría telah dilakukan pada penduduk di desa-desa Teteona, Lalohao, Pondi-daha dan Wawolemo, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara antara bulan No-vember 1980 dan Oktober 1982. Sejumlah 3,499 jiwa atau antara 71.2% sampai 83.8% dari penduduk di desa-desa ini telah diperiksa darah jarinya masing-masing sebanyak 20 cumm terhadap adanya parasit filaría. Morphologi dan periodisitas dari embrio parasit yang ditemukan di dalam darah penduduk di-periksa dan begitu pula gejala-gejala klinis yang disebabkannya. Nyamuk penular dari parasit di desa-desa ini ditentukan pula. Adanya jenis parasit yang sama pada binatang di sekitar kampung dipelajari dan diteliti lebih lanjut dengan percobaan eksperimental di laboratorium menggunakan hewan percobaan. Dari hasil observasi ini ditemukan bahwa penduduk desa-desa ini telah diserang parasit filaría, masing-masing dengan derajad infeksi sebesar 9.6%, 15.8%, 9.3% dan 19.7% Parasit yang ditemukan adalah dari jenis Brugia malayi dengan tipe mikrofilaria yang periodik nokturna. Sekitar 57.3% dari microfilaria ini melepaskan diri dari selubungnya. Gejala klinis berupa adenolymphangitis, lymphade-nopathy, lymphscars, dan lymphedema pada penduduk masing-masing desa adalah 15.8%, 30.8%, 35.0% dan 52.0%. Gejala elephantiasis ditemukan pada tiga desa kecuali pada desa Teteona Nyamuk dari jenis Anopheles barbirostris, Anopheles nigerrimus, Mansonia uniformis dan Mansonia indiana merupakan nyamuk penular alamiah dari parasit ini. Pada pemeriksaan darah kucing di sekitar kampung ini ditemukan pula embrio parasit: microfilaria yang menyerupai microfilaria malayi pada darah pendu-duk namun pada penelitian lebih lanjut dengan percobaan eksperimental menggunakan hewan percobaan belum dapat dipastikan jenis mikrofilaria dari kucing ini berasal dari Brugia malayi. Penelitian lebih lan-jut dari parasit filaría pada binatang seperti kucing dan kera di desa-desa ini masih perlu dilanjutkan.
INTESTINAL PARASITES AND MALARIA IN SUKOMENANTI PASAMAN REGENCY, WEST SUMATRA
W. Patrick Carney,Soeroto Atmosoedjono,Hadi Sajidiman,Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Survey parasit darah dan usus telah diselenggarakan di Kecamatan Sukomenanti, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Bahan pemeriksaan berasal dari 168 penduduk lakidaki dan 196 wanita umur antara 2-87 tahun. Di Sumatra Barat cacing yang umumnya terdapat ialah pertama Ascaris lumbricoides, kedua cacing tambang dan ketiga Trichuris trichiura. Survey didaerah Boyolali dan Kresek, Jawa, menemukan lebih banyak T. trichiura daripada cacing tambang. Di daerah Yogyakarta T. trichiura menduduki tempat yang pertama. Angka infeksi yang rendah untuk desa Pasir Tampang (11 percent) dan Tongar (3 percent) adalah tidak umum untuk Indonesia, tetapi keadaan demikian juga dilaporkan di lembah Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah. Enterobius vermicularis terdapat hanya pada 2 per cent diantara penduduk yang diperiksa, sesuai dengan keadaan di daerah2 lain di Indonesia. Species dari cacing tambang pada survey ini belum dapat ditentukan. Infeksi Ascaris lumbricoides terdapat lebih banyak pada penduduk golongan muda, sesuai dengan hasil autopsi oleh Liedan Tan di Jakarta. Di Jawa Tengah dan Jawa Barat infeksi A. lumbricoides tampak merata pada semua umur. Entamoeba coli selalu terdapat pada survey di desa2 di pulau Jawa. Tetapi, infeksi E. histolytica (24 percent) adalah berlainan dengan keadaan di Kresek, Boyolali dan Yogyakarta yang menunjukkan ■ infeksi 12 per cent atau kurang. Infeksi malaria di Sukomenanti adalah sangat rendah sebagaimana terdapat di Kresek dan Yogya-karta. Keadaan demikian sangat berlainan dengan daerah Margolimbo di Sulawesi Selatan dimana angka dnfeksi malarianya tinggi.
INTESTINAL PARASITES IN SEMBALUN LAWANG, LOMBOK
Arbain Joesoef,W. Patrick Carney,Agustinus Agustinus,Juslis Katin
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Survey tinja telah dilakukan diantara penduduk di Kampung Sembalun Lawang, Distrik Aikinal, Lombok Timur, pada bulan Agustus 1973 untuk mengetahui angka parasit usus dan demam keong di daerah tersebut. Dari 146 penduduk yang diperiksa tinjanya ditemukan 99 persen mengandung sekurang-kurangnya satu jenis parasit usus, 85 persen dengan dua jenis atau lebih dan 40 persen dengan tiga jenis atau lebih. Tidak ditemukan bibit penyakit demam keong diantara penduduk didaerah ini. Angka infeksi dari parasit usus tersebut masing-masing adalah Ascaris lumbricoides 96 persen, Trichuris trichiura 84 persen, cacing tambang 25 persen, Entamocba coli 18 persen, Enterobius vermicularis 10 persen, lodamoeba butsehlii 3 persen, Entamoeba histolytica 1 persen dan Giardia lamblia 1 persen. Pada umumnya tidak banyak perbedaan angka infeksi dari parasit usus ini diantara golongan umur dan kelamin kecuali untuk cacing tambang dimana infeksi pada golongan laki-laki lebih banyak dari pada golongan perempuan.
Page 1 /24
Display every page Item


Home
Copyright © 2008-2017 Open Access Library. All rights reserved.