oalib
Search Results: 1 - 10 of 100 matches for " "
All listed articles are free for downloading (OA Articles)
Page 1 /100
Display every page Item
KEMATIAN PENDUDUK DI DAERAH PEDESAAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT, TAHUN 1985  [cached]
Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: A preliminary study on infant mortality was done in the rural area of Nanggung, Bogor Regency, West Java in 1985. A sample of 11,718 villagers were observed for information on causes of death and expectation of life at birth by using historical prospective study. Infant mortality rate was 95.2 per 1,000 live births; death rate of 1—4 years age group was 13.7 per 1,000 midyear population; proporti-onate mortality ratio of the under-fives in relation to all deaths was 71.9 percent; crude death rate was 8.2 per 1,000 midyear population; expectation of life at birth was 66.8 years. The causes of death, grouped in different level of estimated years of life lost, were acute respiratory tracts, pulmonary infec-tions, diarrhoea, infections that can be prevented by immunization, low birth weight, birth injuries, accidents, chronic diseases and other unknown causes. Five of the 7 groups of causes of death were mainiy found in the under-fives group in the study area.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPOTENSI MEMPENGARUHI KEMATIAN IBU DI KOTA PALEMBANG DAN KABUPATEN MURA, SUMATERA SELATAN
Qomariah Alwi
Media of Health Research and Development , 2012,
Abstract: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami stagnan pada tingkat tinggi. Berbagai upaya telah dijalankan oleh Departemen Kesehatan dalam menurunkan AKI antara lain mendidik sejumlah besar tenaga bidan untuk ditempatkan di setiap desa. Menurut McCarthy dan Maine faktor-faktor yang mempengaruhi kematian ibu yaitu underlying factors (faktor yang mendasari), dan proximate determinants (faktor langsung). Penelitian kualitatif ini dilakukan di Kota Pelembang dan Kabupaten Musi Rawas (MURA) Propinsi Sumatera Selatan. Pengumpulan data dengan cara FGD (Focus Group Discussion) dilakukan pada ibu-ibu, bapak-bapak, pamong desa dan bidan Puskesmas, indepth interview dilakukan pada pejabat terkait dinas Pemda dan DPRD kabupaten/kota, RTD (Round Table Discussion) dilakukan dengan pejabat terkait dinas kesehata kabupaten/kota dan propinsi. Hasil penelitian menunjukkan meskipun pendidikan ibu dan keluarga masih rendah tetapi kesadaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan cukup tinggi. Namun kemampuan ibu yang rendah membuatnya tidak mampu mengikuti Keluarga Berencana (KB) teratur dan tidak mampu membayar bidan untuk persalinannya, sementara kartu Keluarga Miskin (Gakin) tidak dapat diperoleh secara cuma-cuma. Organisasi masyarakat belum berjalan baik dan Gerakan Sayang Ibu (GSI) belum dikenal masyarakat. Akses memperoleh pelayanan kesehatan juga terbatas, bidan secara kuantitas maupun kualitas sulit ditingkatkan dan bidanpun merasa tidak terjamin kesejahteraan, keamanan dan masa depannya. Di lain pihak para penentu kebijakan program, masih terkotak-kotak disintegrasi, diskoordinasi, disharmonisasi dan baik Bappeda, Pemda dan DPRD masih belum mendengar dan merasakan urgensi dari tingginya kematian ibu. Kata Kunci: Faktor-faktor, mempengaruhi, kematian ibu.
REGRESI SPATIAL DURBIN MODEL UNTUK MENGIDENTIFIKASI FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA ANGKA KEMATIAN BAYI DI JAWA TIMUR  [cached]
M. Setyo Pramono,Nofrisca Berta Aditie,Sutikno Sutikno
Bulletin of Health Research , 2013,
Abstract: Infant Mortality Rate (IMR) is an important indicator of health sector development that can describe the state of health status in a society. Among the provinces in Indonesia in 2009, the position of IMR in East Java, including the middle class that is equal to 31 deaths per 1000 live births. However there are quite high IMR variability between districts in East Java. This study aims to descriptions of the IMR and the factors that influence it in East Java from the territorial point of view, as well as modeling the IMR in East Java by using the Spatial Durbin Model. Aspects in this research area related to the characteristics and cultural differences between regions. The benefits are achieved is to give researcher information and references to particular government agencies to improve the quality of infant health as well as inputs to the government in taking a policy to reduce IMR in East Java. Source of research data was obtained from the publication of the macro socio-economic BPS in 2009. Analysis of the IMR is used for modeling regression methods Spatial Durbin model (SDM). The results showed that the distribution pattern of the IMR are grouping patterns. IMR was highest in the region and the island of Madura Pandalungan region (north coast of East Java Province). Parameter estimation results can be shown that the lagged dependent variable and independent influence on IMR modeling and factors that influence it. Variables that have a significant effect is the percentage of deliveries performed by medical assistance and the percentage of households using clean water. Key words : IMR, Spatial Durbin Model Abstrak. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam pembangunan sektor kesehatan yang dapat menggambarkan keadaan derajat kesehatan di suatu masyarakat. Di antara provinsi-provinsi di Indonesia pada tahun 2009, posisi AKB di Jawa Timur termasuk kelompok menengah yaitu sebesar 31 kematian per 1000 kelahiran hidup. Walau demikian terjadi variabilitas AKB yang cukup tinggi diantara kabupaten di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan bagaimana deskripsi AKB dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Jawa Timur dari sudut pandang kewilayahannya, serta memodelkan AKB di Jawa Timur dengan menggunakan metode Spatial Durbin Model. Aspek wilayah dalam penelitian ini terkait dengan perbedaan karakteristik dan kebudayaan antar daerah. Manfaat yang dicapai adalah memberi informasi dan referensi kepada peneliti dan instansi pemerintah guna meningkatkan kualitas kesehatan bayi serta sebagai masukan dalam mengambil kebijakan untuk menurunkan
FAKTOR RISIKO SEPSIS PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD CURUP KABUPATEN REJANG LEBONG  [cached]
Demsa Simbolon
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: FAKTOR RISIKO SEPSIS PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD CURUP KABUPATEN REJANG LEBONG
STUDI KASUS KONTROL: PENGARUH FAKTOR PERILAKU LAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL TEHADAP KEMATIAN IBU DI EMPAT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA SELATAN  [cached]
Ekowati Retnaningsih
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: STUDI KASUS KONTROL: PENGARUH FAKTOR PERILAKU LAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL TEHADAP KEMATIAN IBU DI EMPAT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
FAKTOR-FAKTOR DOMINAN TERJADINYA VARIASI ANGKA KEMATIAN BALITA  [cached]
Cholis Bachroen
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: This analysis was to indicate the determinant of Under Five Mortality Rate (U5MR). Data from 130 countries were analysed by applying Multiple Regression Analysis. The source of data was 'The State of The World's Children 1987' by James P Grant, published by UNICEF. The Dependent variable of this analysis was Under Five Mortality, and the Independent variables comprised 4 groups of variable i.e. Education, Nutrition, Health, and Economic. The analysis for each group of variable separately showed that Level of Women Education (Secondary School Enrolment Ratio of Women and Literacy Rate of Women) could explain 69.9% variation of U5MR. None of Nutrion variables could explain vari-ation of U5MR. One variable of Health (Coverage of Polio immunization) could explain 43.1% variation of U5MR. and Gross National Product (Economic variable) could explain 31.8% variation of U5MR. Further analysis of those determinant variables (Level of Women Education, Coverage of Polio Immunization, and GNP) together as independent variables and U5MR as de-pendent variable showed that GNP could not explain variation of U5MR. The variables (Level of Women Education and Coverage of Polio Immunization) could explain 74,1% variation of U5MR. In general Level of Women Education was the most important deter-minant for Under Five Mortality Rate variation.
TREN ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA KEMATIAN ANAK BALITA DI INDONESIA  [cached]
Joko Irianto,Soeharsono Soemantri,Tin Afifah
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: TREN ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA KEMATIAN ANAK BALITA DI INDONESIA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN OBAT ATAU OBAT TRADISIONAL DALAM UPAYA PENGOBATAN SENDIRI DI PEDESAAN  [cached]
Sudibyo Supardi,S. R. Muktiningsih,Rini Sasanti Handayani
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: Self-medication might potentially be an efficient self-help means for the community before getting the opportunity to reach the Primary health center. Information about the determinants of self-medication is needed to enhance community participation in self-medication. The cross sectional study has been carried out among a rural community in two villages of Subdistrict Tanjung Bintang, in the Southern part of Lampung province. The sample population consists of housewives, who had ever taken drug or traditional medicines within the last month prior to the interview. Respondents (320 housewives) were choosen by multistage random sampling based on the number of household, RT and RW. The variables are knowledge, attitude, distance, purpose (curative/preventive), reference, and drugs usage or traditional medicines. Data were analized by Chi-square test and Logistic regression analysis. The results of the study are as follows : Modern drugs are used more frequently than traditional medicines. Most of the respondents obtained information about drugs from advertisement in television and radio program, and about traditional medicines from their neighbours. Most of the respondents know about brandname of drug to relieve headache, fever and cough, and traditional medicines to relieve diarrhoea and muscle pain. The determinants of self medication are purpose (curative/ preventive), attitude and distance.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN POLA PEMBERIAN ASI PADA BAY1 USIA EMPAT BULAN (Analisis Data Susenas 2001)  [cached]
Sinta Purnamawati
Media of Health Research and Development , 2012,
Abstract: Berdasarkan data SDKI 1994 dan 1997 dilaporkan bahwa ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dibawah 4 bulan baru mencapai 47% dan 52%. Angka ini jauh dari target yang harus dicapai dalam Repelita VI yaitu sebesar 80%. Untuk mencapai target ini perlu usaha yang keras melalui penyuluhan kepada masyarakat luas. Analisis telah dilakukan menggunakan data Susenas 2001 dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tentang pola Pemberian ASI pada bayi usia 4 bulan, serta faktor-faktor yang mem-pengaruhinya. Rancangan penelitian adalah cross sectional, dengan populasi ibu-ibu yang mem- punyai bayi berusia 4 bulan. Karakteristik ibu yang diteliti meliputi: usia ibu, pendidikan, status pekerjaan, lama kerja, tempat-tinggal, sosial ekonomi, penolong kelahiran dan pemakaian kontra- sepsi. Dari hasil analisis didapatkan: proporsi pemberian ASI pada bayi kelompok usia 0 bulan sebesar 73,1%, 1 bulan 55,5%, 2 bulan 43%, 3 bulan 36% dan kelompok usia 4 bulan 16,7%. Dengan bertambahnya usia bayi terjadi penurunan pola pemberian AS! sebesar 1,3 kali atau sebesar 77,2%. Hasil analisis bivariat ditemukan bahwa variabel tempat tinggal dan sosial ekonomi mempunyai hubungan yang sangat signifikan terhadap pola pemberian ASI. Sedangkan hasil analisis multivariat ditemukan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi pola pemberian ASI adalah variabel sosial ekonomi. lbu dengan sosial ekonomi rendah mempunyai peluang 4,6 kali untuk memberikan ASI dibanding ibu dengan sosial ekonomi tinggi. Disarankan untuk memotivasi ibu memberikan ASI secara eksklusif adalah melalui pemberdayaan petugas kesehatan serta pengadaan tempat pemberian ASI (TPA) ditempat ibu bekerja.
KUALITAS KIMIA DAN FISIK AIR MINUM PEDESAAN DI KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG  [cached]
Hendro Martono,Muhajir Muhajir,Inswiasri Inswiasri
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: KUALITAS KIMIA DAN FISIK AIR MINUM PEDESAAN DI KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG
Page 1 /100
Display every page Item


Home
Copyright © 2008-2017 Open Access Library. All rights reserved.