oalib
Search Results: 1 - 10 of 100 matches for " "
All listed articles are free for downloading (OA Articles)
Page 1 /100
Display every page Item
FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEMATIAN BAYI DI DAERAH PEDESAAN NANGGUNG DAN RUMPLN, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT  [cached]
Arbain Joesoef
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: A sample study to identify the risk factors of infant mortality was carried out in the rural popula-tion of Nanggung and Rumpin in the Bogor Regency, West Jawa during a period of October to Decem-ber 1985. A total of 768 households were observed, of which 23 percent had a history of infant death in the last five years. The risk factors identified were the mother's education, the mother's age at her first marriage, the mother's marital status, clean water supply, sanitary human excreta disposal, infant and under-fives health supervising and immunization accessability and the distance of the residence to the nearest health facility,. The father's education, the father's occupation and the family income were not confirmed as the infant mortality risk factors in the study areas.
ESTIMASI PAJANAN PENDUDUK TERHADAP DITHIOKARBAMAT DARI RESIDU DALAM BAHAN MAKANAN DI 3 KOTA DI PROPINSI JAWA BARAT  [cached]
D. Mutiatikum,Ani Isnawati,Mariana Raini
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: ESTIMASI PAJANAN PENDUDUK TERHADAP DITHIOKARBAMAT DARI RESIDU DALAM BAHAN MAKANAN DI 3 KOTA DI PROPINSI JAWA BARAT
PERMASALAHAN DAN FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HIPERTENSI DI KABUPATEN BOGOR PROV. JAWA BARAT  [cached]
Julianty Pradono,Lely Indrawati,Tony Murnawan
Bulletin of Health Research , 2013,
Abstract: . Background: At this time hypertension has been showed a sustained, consistent and independent of heart disease in the leading cause of death. This study aimed to identify the problems and risk factors associated with hypertension in Bogor regency, West Java Province. Methods: The study was a secondary data analysis Riskesdas 2007 with a cross-sectional design and qualitative study. The respondents of this study were 15-60 years age group a total of 2.785 person. The multivariate logistic regression and qualitative analysis were used for analysis. Results: Statistical models showed that risk factors associated with the occurrence of hypertension in Bogor district needs to focus on health behavior e.g enough physical activity, not smoking, reducing fat diet, maintaining ideal body weight and central obesity. Qualitative results showed a lack of knowledge about the causes of hypertension, symptom of hypertension, how to detect hypertension and the treatment of hypertension that needs to takes a long time and continuously. This time the program of non-communicable diseases has not been a priority, so the activities and the availability of antihypertensive drugs in health facilities inadequate. Conclusion: Modifying lifestyle to reduce the risk of increased body weight and abdominal circumference, is an important role in preventing the occurrence of hypertension in Bogor district. Healthy Behaviors promotion have to raise awareness of risk factors for hypertension. Keyword : Hypertension, Risk Factors, Intervention, Bogor district Abstrak. Latar belakang : Hipertensi memperlihatkan hubungan yang berkelanjutan, konsisten dan independen terhadap penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian utama saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dan faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Metode: Penelitian ini merupakan analisis data sekunder Riskesdas 2007 dengan desain penelitian potong lintang dan penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah penduduk kelompok umur 15-60 tahun sebanyak 2,785 orang. Analisis menggunakan metode multivariate regresi logistik dan analisis kualitatif. Hasil: Model statistik menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi di kabupaten Bogor perlu difokuskan pada perilaku hidup sehat. Perilaku yang mempunyai hubungan dengan terjadinya hipertensi adalah cukup aktivitas fisik, tidak merokok, kurangi makanan berlemak, mempertahankan berat badan ideal dan tidak obesitas sentral. Hasil kualitatif menunjukkan ku
TREN ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA KEMATIAN ANAK BALITA DI INDONESIA  [cached]
Joko Irianto,Soeharsono Soemantri,Tin Afifah
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: TREN ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA KEMATIAN ANAK BALITA DI INDONESIA
TREN DAN DISPARITAS ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB), ANGKA KEMATIAN ANAK BALITA (AKA), ANGKA KEMATIAN BALITA (AKBA) MENURUT SOSIAL EKONOMI DI INDONESIA, SUSENAS 1998, 2001 dan 2003  [cached]
Tin Afifah,Sarimawar Djaja,Joko Irianto
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: TREN DAN DISPARITAS ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB), ANGKA KEMATIAN ANAK BALITA (AKA), ANGKA KEMATIAN BALITA (AKBA) MENURUT SOSIAL EKONOMI DI INDONESIA, SUSENAS 1998, 2001 dan 2003
Peluasan Bandaraya Metropolitan Jakarta dan impaknya terhadap gunatanah dan corak pekerjaan penduduk pinggiran: Kes Bandar Baru Bumi Serpong Damai  [PDF]
Ratnawati Yuni Suryandari
Geografia : Malaysian Journal of Society and Space , 2006,
Abstract: Artikel ini menghuraikan kajian mengenai peluasan bandaraya metropolitan Jakarta dan impaknya terhadap guna tanah dan corak pekerjaan penduduk asal bandar baru Bumi Serpong Damai yang dilakukan pada tahun 2004. Bandar baru BSD terletak di Kabupaten Tangerang, lebih kurang 20 km di sebelah barat bandaraya metropolitan Jakarta. Desa sampel yang dikaji ialah Lengkong Gudang, Rawabuntu dan Pagedangan, yang masing-masingnya terletak 3km, 6km dan 9km dari tempat pusat bandar baru BSD. Daripada ketiga-tiga desa tersebut diambil sampel sebanyak 10 peratus atau 256 ketua keluarga penduduk asal. Kajian mendapati bahawa: (1) sebelum wujud bandar baru BSD, kawasan kajian merupakan kawasan percampuran antara pertanian dan bukan pertanian. Bilangan petani sampingan lebih banyak berbanding dengan petani sepenuh masa. Lebih kurang 46.9 peratus penduduk asal mempunyai tanah pertanian meskipun bersifat saradiri. Mereka yang tidak mempunyai tanah pertanian ramai bekerja sebagai peniaga kecil dan buruh kasar. Lebih kurang 50 peratus penduduk asal mempunyai paras pendapatan di bawah garis kemiskinan; (2) selepas wujud bandar baru BSD, ramai penduduk asal menjual tanahnya kepada pemaju BSD mengakibatkan bilangan bukan petani meningkat menjadi 82.8 peratus; (3) Bilangan penduduk asal yang mempunyai pendapatan di bawah garis kemiskinan masih sama sahaja dengan keadaan sebelum wujud bandar baru BSD iaitu lebih kurang 50 peratus. Kertas ini merumuskan bahawa pertukaran gunatanah pertanian menjadi bandar baru BSD hanya berjaya meningkatkan taraf hidup tidak lebih 50 peratus penduduk asal berkenaan, sedangkan 50 peratus lagi masih kekal dalam kancah kemiskinan.
PEMANTAUAN KEMATIAN IBU DAN KEMATIAN BAYI BARU LAHIR MELALUI SISTIM RUJUKAN TERENCANA DI KABUPATEN NGANJUK, PROBOLINGGO, DAN TRENGGALEK -JAWA TIMUR  [cached]
Rochjati P.,Anondo D.,Wijono S. B.,Santoso Santoso
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: PEMANTAUAN KEMATIAN IBU DAN KEMATIAN BAYI BARU LAHIR MELALUI SISTIM RUJUKAN TERENCANA DI KABUPATEN NGANJUK, PROBOLINGGO, DAN TRENGGALEK -JAWA TIMUR
POLA KELUHAN KESAKITAN PENDUDUK INDONESIA: Analisis Data Susenas 2001  [cached]
Lestari Handayani,Siswanto Siswanto
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: POLA KELUHAN KESAKITAN PENDUDUK INDONESIA: Analisis Data Susenas 2001
DAMPAK PERBAIKAN AIR MINUM TERHADAP KESEHATAN PENDUDUK PEDESAAN DI KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT  [cached]
Sidik Wasito,Sri Soewasti Soesanto,Ida Bagus Indra Gotama
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: A study on the health impact of improved rural water supply with piping system was done in 2 (two) sub districts Tanjungsari and Rancakalong, Regency of Sumedang, West-Java. Two desas in each sub district have been selected for the study. In each, 2 (two) kampungs supplied with piped water system were used as study areas, while the other 2 (two) similar kampungs without piped water system were used as control areas. The study result shows that the prevalence rates of conjunctivitis, skin and diarrheal diseases were significantly lower in the study areas than those in the control areas. The conclusion was that there was a positive health impact of the improved rural water supply in the study areas, especially in reducing the above mentioned diseases. In developing the rural water supply and in the communicable disease control program, the indoor watersupply piping system is highly recommended.
KUALITAS KIMIA DAN FISIK AIR MINUM PEDESAAN DI KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG  [cached]
Hendro Martono,Muhajir Muhajir,Inswiasri Inswiasri
Bulletin of Health Research , 2012,
Abstract: KUALITAS KIMIA DAN FISIK AIR MINUM PEDESAAN DI KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG
Page 1 /100
Display every page Item


Home
Copyright © 2008-2017 Open Access Library. All rights reserved.