oalib
Search Results: 1 - 10 of 100 matches for " "
All listed articles are free for downloading (OA Articles)
Page 1 /100
Display every page Item
Penyelesaian Bentuk Wronskian bagi Persamaan KdV dan Benjamin-Ono Dengan Menggunakan Persamaan BKT
Mukheta bin Isa
Matematika , 1990,
Abstract: Penyelesaian N-soliton bagi persamaan bendalir kedalaman terhingga (BKT) diolah dibawah had tertentu untuk mendapatkan penyelesaian bentuk Wronskian bagi persamaan KdV dan Benjamin-Ono.
Penyelesaian Berkala Persamaan Pembeza York  [PDF]
Yusof bin Yaacob
Matematika , 1991,
Abstract: Kertas ini memperlihatkan perluasan persamaan pembeza York. Dalam bentuk asalnya persamaan pembeza York berbentuk lengah pemalar manakala dalam kertas ini lengah itu bergantung juga kepada keadaan sistem itu. Jika lengah itu besar maka wujud penyeleaian berkala.
Kaedah Ekstrapolasi Untuk Persamaan Pengaliran Haba
Mohd. Salleh Sahimi,Chin Choong Wan
Matematika , 1990,
Abstract: Kertas ini memperihalkan perluasan penerapan kaedah ekstrapolasi daripada persamaan pembeza biasa (Graag[2]) kepada persamaan pembeza separa, khususnya persamaan pengaliran haba. Ini terlaksana menerusi kaedah garis dan pendiskretan tidak tersirat terhadap terbitan-terbitan di dalam persamaan tersebut. Didapati bahawa penyelesaian berangkanya adalah lebih jitu daripada skema tersirat penuh dan Crank-Nicolson untuk beberapa nisbah jaring λ tertentu. Ujikaji berangka memperlihatkan kaedah ekstrapolasi adalah stabil untuk λ ≤ 0.5.
Penentuan Bilangan Sambungan Dalam Mesin Hiperkubus Menerusi Persamaan Beza
Baharom Sanugi
Matematika , 1993,
Abstract: Persamaan beza telah banyak digunakan dalam memodelkan masalah diskret. Kertas ini mengemukakan suatu penggunaan masalah beza bagi menentukan bilangan sambungan dalam satu mesin hiperkubus. Beberapa maklumat mengenai sambungan hiperkubus dan terminologi yang berkaitan dihurai sebelum persamaan beza yang berkaitan diterbitkan. Penyelesaian yang diperolehi sah untuk sebarang bilangan pemproses dalam hiperkubus yang ditentukan.
Penyelesaian Kamiran Nyata Bagi Persamaan Resapan Kompleks Berpotensi Kuadratik Teritlak Kompleks
Shaharir Mohamad Zain,Zainal Abdul Aziz
Matematika , 1997,
Abstract: We obtain solution of a complex diffusion equation with generalised complex quadratic potential, via method of analytical mechanics. The real integral solution conforms to the idea of the Feynman path integral.
Perawatan Masalah-masalah Tirisan Oleh Persamaan-persamaan Kamiran Anih Cauchy
Mohamad Rashidi Razali
Matematika , 1985,
Abstract: Di dalam kertas ini, suatu masalah tirisan adalah diselesaikan secara berangka oleh satu kaedah yang menggunakan persamaan-persamaan kamiran anih Cauchy. Kaedah ini adalah direka untuk menyelesaikan masalah-masalah nilai sempadan yang bercampur dan harmonik bagi domain-domain yang tercantum mudah. Dengan suatu rumusan songsang masalah tirisan itu, satu gambarajah mudah dikenali adalah diperolehi dengan permukaan bebas diubah ke seluruh satu sisi gambarajah itu. Dengan menggunakan kaedah di atas, kami memperolehi anggaran baik bagi kuantiti-kuantiti yang tidak diketahui dalam masalah tersebut. Kami juga memperolehi kedudukan permukaan bebas tanpa menggunakan sebarang prosidur lelaran.
PENJADWALAN JOBS PADA SINGLE MACHINE DENGAN MEMINIMUMKAN VARIANS WAKTU PENYELESAIAN JOBS Studi Kasus di P.T. XYZ  [cached]
I Gede Agus Widyadana,Fenny Nilawati Kusuma,I Nyoman Sutapa
Jurnal Teknik Industri , 2001,
Abstract: This paper discusses a jobs scheduling on a single machine to minimize variance of job completion time. The objective is especially important in situations where it is desirable to provide customers or jobs with approximately the same treatment. In this case, data are collected from P.T. 'XYZ'. The focus of discussion is LB/KB Departement (Leather Board/Carton Board) with carton board's production line, which produces carton board. Carton board's size is 150 x 110 cm and its thickness from 0,6 mm to 2,5 mm. In this paper a comparison analysis, the deviation of the objective value given by a heuristic (Vh) method from the objective value given by P.T. 'XYZ' (Vp), is made. The percentage of deviation Vh from Vp is 50,36 %, which shows that the performance of heuristic is better, that is variance of job completion time by heuristic method smaller than by P.T. 'XYZ'. Besides the above discussion, the weakness dan superiority of heuristic are analyzed too. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini membahas penjadwalan jobs pada single machine dengan tujuan meminimumkan varians waktu penyelesaian job, yaitu untuk memberikan konsumen atau jobs kurang lebih perlakuan yang sama. Data yang diambil dalam pembahasan ini berasal dari perusahaan P.T. 'XYZ', di mana departemen yang menjadi fokus pembahasan adalah Departemen LB/KB (Leather Board/Karton Board) dengan lintasan produksi karton board yang menghasilkan produk carton board ukuran 150 x 110 cm, dengan ketebalan 0,6 mm sampai dengan 2,5 mm. Dalam makalah ini dilakukan analisis perbandingan jadwal jobs pada proses produksi di perusahaan yang telah ada dengan jadwal jobs menggunakan metode heuristic, yaitu menggunakan persentase penyimpangan Vh (varians waktu penyelesaian jobs metode heuristic) dari Vp (varians waktu penyelesaian jobs perusahaan). Dari hasil analisis didapatkan bahwa persentase penyimpangan Vh dari Vp sebesar 50,36%, hal ini menunjukkan bahwa performance metode heuristic lebih baik, yaitu varians waktu penyelesaian jobs-nya lebih kecil daripada metode perusahaan. Selain itu, dalam makalah juga dianalisis kelemahan dan keunggulan metode heuristic yang digunakan dalam penjadwalan pada single machine. Kata kunci : penjadwalan single-machine, varians waktu penyelesaian, prosedur heuristic.
PENELITIAN AWAL PENENTUAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK DENGAN METODE PERT PROJECT EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE  [cached]
Sentosa Limanto,Tirta Djusman Arief
Civil Engineering Dimension , 2002,
Abstract: Construction involves many activities. Every activity need a portion of time which is defined as duration. Duration is a statistic probabilistic variable, which is expressed in a range of values. So the total time required to complete a construction project is also expressed in a range of times, thus the use of PERT to evaluate construction time is considered to be more realistic. An observation on a construction of a warehouse in steel structure in Surabaya shows that this method gives a tendency of good result. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembangunan melibatkan banyak aktivitas. Tiap aktivitas memerlukan sejumlah waktu, yang didefinisikan sebagai durasi. Durasi adalah sebuah besaran statistik probabilistik, yang dinyatakan dalam satu interval nilai. Maka total waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan juga dinyatakan dalam satu interval waktu, sehingga penetapan waktu penyelesaian proyek dengan metode PERT dirasakan lebih realistis. Pengamatan atas pelaksanaan sebuah gudang yang terbuat dari struktur baja, di Surabaya, menunjukkan bahwa metode ini memberikan kecenderungan hasil yang baik.
Persamaan Empiris Pertumbuhan Butir Austenit Baja HSLA-0,019% Nb pada Proses Pendinginan non-Isotermal  [cached]
M. Ariati,T. W. Sulistio,A. Manaf,Sutopo Sutopo
Jurnal Teknik Mesin , 2009,
Abstract: The strength of a final steel product is affected by its final austenite grain size. The applied model for austenite grain growth by Beck and Sellars actually based on the isothermal condition assumption, whilst most of the materials processing take place under non-isothermal condition. Hence, this situation results in deviation of product specification. This paper examines the austenite grain growth under non-isothermal condition of HSLA-0.019%Nb single composition after single pass hot-rolling process and predicts its final austenite grain size. The material was hot-rolled about 0.3-0.4 at a temperature of 900-1100 0C, cooling rate of 7-12 0K/s, in a time period of 25-50 second, and quenched by using water jetspray. The results show that austenite grain growth after hot-rolled can be illustrated as a function of cooling rate. Grain size decreases as the cooling rate increases. Non-isothermal austenite grain growth was obtained by modifying Beck and Sellar’s empirical model, in which the cooling rate is 1/Crm where m = 14 and an additional constant of B is 1014. Abstract in Bahasa Indonesia: Kekuatan akhir produk manufaktur baja antara lain ditentukan oleh besar butir austenit. Persamaan pertumbuhan butir austenit yang selama ini digunakan yaitu Persamaan Beck dan Sellars umumnya berasumsi bahwa proses berjalan pada kondisi isotermal, sementara hampir semua proses manufaktur berjalan dalam kondisi non-isotermal. Dengan demikian, persamaan yang ada tidak tepat untuk digunakan karena sering menyebabkan tidak tercapainya spesifikasi produk. Penelitian ini dilakukan pada baja paduan rendah HSLA-0.019%Nb, dengan mengamati pertumbuhan butir austenit pada kondisi non-isotermal setelah dilakukan proses deformasi canai panas satu pass. Pendekatan yang digunakan adalah memberikan regangan deformasi 0,3-0,4, dengan proses canai panas dan temperatur deformasi 900-1100 0C, kecepatan pendinginan 7-12 0K/detik, dalam rentang waktu 25-50 detik, dan pendinginan cepat menggunakan water jetspray. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pertumbuhan butir austenit baja setelah proses canai panas dapat digambarkan sebagai fungsi kecepatan pendinginan. Besar butir semakin menurun dengan meningkatnya kecepatan pendinginan. Pertumbuhan butir austenit non-isotermal didapat dengan melakukan iterasi antara hasil eksperimen dan persamaan pertumbuhan butir empiris Beck dan Sellars. Persamaan akhir yang didapat merupakan modifikasi persamaan pertumbuhan butir isothermal dengan adanya nilai berbanding terbalik kecepatan pendinginan berpangkat m (1/Crm), di mana m = 14 dan penambahan konst
Satu Kaedah Menganggar Hasil Tambah Eksponen Berganda
Kamel Ariffin bin Mohd Atan
Matematika , 1990,
Abstract: Penganggaran hasiltambah eksponen berganda S(f;q) = ∑ e2∏f(x)/q yang dinilaikan di atas set reja modulo q yang lengkap menjadi tajuk kajian ramai penyelidik. Di dalam makalah ini anggaran kepada hasil tambah ini untuk q = pα, p nombor perdana dan α > 0 didapatkan melalui kaedah polihedron Newton yang telah dihasilkan terlebih dahulu. Didapati hasil tambah ini bersandar kepada anggaran kekardinalan set penyelesaian sistem persamaan kongruen tertentu modulo p(α/2), dan juga kepada hasil tambah Gaussan tertentu bergantung kepada pariti α. Anggaran yang diperolehi adalah terbaik mungkin dengan kaedah polihedron Newton terutama apabila α genap.
Page 1 /100
Display every page Item


Home
Copyright © 2008-2017 Open Access Library. All rights reserved.