oalib
Search Results: 1 - 10 of 100 matches for " "
All listed articles are free for downloading (OA Articles)
Page 1 /100
Display every page Item
PENGARUH TIMBAL-BALIK ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KEPUASAN KELUARGA DAN KOMITMEN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI KERJA DAN KARIER DOSEN  [cached]
Achmad Sudiro
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 2008,
Abstract: This study is aimed at knowing the effect of the relationship between the job satisfaction with family satisfaction and the working Commitement and its effect on the performace and the lecturer's career. The objective of this study is analyzing the effect of relationship between job satisfaction with family satisfaction and the working commitment. Besides, this study also analyzes the effect of job satisfaction on the performance and the effect of the working commitment on the performance. Further, it also analyzes the effect of performance on the lecturer's Career. The samples of this study are permanent lecturers who have family at state Universities in east Java. In addition, they also have to get Lector, Head lector and Professor. The respondents are taken from 200 out of 2,812 population based on the maximum likelihood. Form the stated number, those who fulfill the analysis requirements are only 173 people. In order to test each of the effect, analysis technique SEM (Amos 5,0) is used. The results of the study indicates that each variable has relationship and efect. Based on standardized cooeficient, there is positive and significant relationship between family satisfaction and job satisfacion. Besides, there is also positive and significant relationship between job satisfaction and the working commitment. Besides, this study also shows that based on the standardized coefficient, there is positive and significant effect of working satisfaction on performance, working Commitment on the performance, and performance on the lecturer's Career. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini mengkaji pengaruh timbal-balik antara kepuasan kerja dengan kepuasan keluarga dan komitmen kerja serta dampaknya terhadap prestasi kerja dan karier Dosen. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh timbal balik antara kepuasan kerja dengan kepuasan keluarga dan komitmen kerja. Di samping itu penelitian ini juga menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap prestasi kerja dan pengaruh komitmen kerja terhadap prestasi kerja, serta menganalisis pengaruh prestasi kerja terhadap karier dosen. Sampel dalam penelitian ini adalah Dosen tetap pada Universitas Negeri di Jawa Timur yang sudah berkeluarga dan menduduki jabatan Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar dari 2.812 orang populasi diambil sebanyak 200 responden sesuai ketentuan maximum likelihood. Dari jumlah itu yang memenuhi syarat analisis adalah 173 orang. Untuk menguji masing-masing pengaruh digunakan teknik analisis SEM (Amos 5,0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing variabel berhubungan d
Kepemimpinan Transformasional dan Pengaruhnya Terhadap Kepuasan atas Kualitas Kehidupan Kerja Komitmen Organisasi dan Perilaku Ekstra Peran: Studi pada Guru-Guru SMU di Kota Surabaya  [cached]
Thomas Stefanus Kaihatu
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 2007,
Abstract: The purpose of this study ws to exmine direct and indirect effects of a integrated multidimensional model of transformational leadership upon organizational citizenship behaviour (OCBs) and considered quality of work life and organizational commitment as key antecedents. Participants comprised 190 teachers from ten middle school%2C whom completed a questionnaire. In this study%2C transformational ledership as an important correlate to the organizational citizenship behaviour that the link would be quality of work life%2C while the organizational commitment was unrelated. Wheb quality of work life middle school teachers superiors with transformational ledership behaviour of principals were likely to be related to greater organizational citizenship behaviour. Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung dari sebuah model multidimensional mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap perilaku ekstra peran yang dimediasi oleh kepuasan akan kualitas kehidupan kerja dan komitmen organisasional sebagai variabel antasenden. Sampel adalah 190 Guru Sekolah Menegah Umum (secara lengkap mengisi kuisioner). Dalam penelitian ini%2C secara signifikan kepuasan akan kualitas kehidupan kerja memediasi kepemimpinan transformasional terhadap perilaku ekstra peran%2C sebaliknya komitmen organisasional ditemukan tidak signifikan. Penerapan kepemimpinan transformasional dari kepala sekolah meningkatkan kepuasan akan kualitas kehidupan kerja%2C dan hal ini cenderung akan meningkatakan perilaku ekstra peran dari para guru. ransformational leadership%2C organizational citizenship behavior%2C quality of work life%2C and commitment organizational.
PENGARUH MASA KERJA, TRAIT KEPRIBADIAN, KEPUASAN KERJA, DAN IKLIM PSIKOLOGIS TERHADAP KOMITMEN DOSEN PADA UNIVERSITAS INDONESIA
Liche Seniati
Makara Seri Sosial Humaniora , 2006,
Abstract: The objective of this research are: (1) to verify that tenure and personality trait as personal factors along with jobsatisfaction and psychological climate as environmental factors affect organizational commitment, and (2) to comparethe organizational commitment of lecturers with that of employees in other fields. Respondents of this research arelecturers of Universitas Indonesia who have been working more than one year. Research findings show that tenure,kindness trait, and job satisfaction have direct effects on organizational commitment, while psychological climate hasan indirect effect through job satisfaction. These findings strengthen other researches that show how personal andenvironmental factors affect organizational commitment.Keywords:
PENGARUH PERSEPSI AKAN DIMENSI DESAIN ORGANISASI DAN TIPE KEPRIBADIAN TERHADAP TINGKAT STRES KARYAWAN PT. INTERNASIONAL DETA ALFA MANDIRI  [cached]
Eddy M. Sutanto,Liliana Djohan
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 2006,
Abstract: Job stress can be caused by organizational factors and non-organizational factors. In the organizational factor, the dimensions of organizational design affect the job-stress level. This happens because the organizational design determines how the organization or company will run its process. One of the non-organizational factors that cause stress is the personality type of the employees. This research will be examined the variables of organizational design and the personality type which affect the employee's stress level in the company. It suggests that employees' perception to the dimensions of organizational design significantly and positively affect the level of employees' work stress along with their personality type. In this case, those dimensions are formalization-authority, specialization, environment, work load-type of work, centralization-number of workers. The personality type is only considered as minor factor. Abstract in Bahasa Indonesia : Stres kerja dapat disebabkan oleh faktor-faktor organisasional maupun faktor-faktor non organisasional. Dimensi-dimensi disain organisasi memberikan pengaruh terhadap tingkat stres kerja. Hal ini terjadi disebabkan karena disain organisasi yang menentukan bagaimana sutau organisasi atau perusahaan menjalankan prosesnya. Salah satu faktor non organisasional yang dapat menyebabkan stres ialah tipe kepribadian dari karyawan. Di dalam penelitian ini akan diuji variabel-variabel disain organisasional dan tipe kepribadian yang mempengaruhi tingkat stres kerja karyawan di dalam perusahaan. Penelitian menyimpulkan bahwa persepsi karyawan terhadap dimensi-dimensi disain organisasional dan tipe kepribadiannya secara signifikan dan positif mempegaruhi tingkat stres kerja karyawan. Dalam hal ini, beberapa dimensi tersebut ialah formalisasi-wewenang, spesialisasi, lingkungan, beban kerja-tipe pekerjaan, sentralisasi-jumlah pekerja. Sementara itu tipe kepribadian merupakan faktor yang minor. Kata kunci: disain organisasi, kepribadian, stres kerja.
Hubungan antara komunikasi dalam organisasi dengan kepuasan kerja, prestasi kerja dan komitmen kerja
SHARIFAH BAHARUM,JOKI PERDANI SAWAI,R. BALAN RATHAKRISHNAN
Jurnal Kemanusiaan , 2006,
Abstract: Kajian ini bertujuan untuk melihat hubungan komunikasi dalam organisasi (komunikasi ke atas, komunikasi mendatar dan komunikasi ke bawah) dengan kepuasan kerja, prestasi kerja dan komitmen kepada organisasi di kalangan pekerja. Rekabentuk kajian ini adalah berbentuk kajian lapangan. Subjek kajian adalah terdiri daripada 155 orang kakitangan di salah sebuah Institusi Pengajian Tinggi Awam. Alat kajian terdiri daripada empat alat ukuran psikometrik iaitu alat ukuran proses komunikasi, Minnesota Satisfaction Questionaire (MSQ), Organizational Commitment Quetionaire (OCQ), dan soal selidik penilaian prestasi. Keempat-empat alat psikometrik ini juga telah diuji kebolehpercayaan dan kesahihannya. Hasil kajian menunjukkan bahawa terdapat hubungan positif yang signifikan di antara ketiga-tiga jenis komunikasi (komunikasi ke atas, komunikasi mendatar dan komunikasi ke bawah) dengan kepuasan kerja. Jenis komunikasi mendatardan jenis komunikasi ke bawah mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan komitmen organisasi tetapi jenis komunikasi ke atas didapati tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan komitmen organisasi. Dapatan juga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan di antara ketiga-tiga jenis komunikasi (ke atas, mendatar dan ke bawah) dengan prestasi kerja. Kepuasan kerja juga didapati mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan prestasi kerja dan juga kepuasan kerja didapati mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan komitmen organisasi.
Pengaruh Komitmen Organisasional dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III di Sumatera Utara  [cached]
Diana Sulianti K. L. Tobing
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 2009,
Abstract: The purpose of this study was to examine the influence of organizational commitment towards work satisfaction and employee’s performance. The population of this study is the employee of PTPN III in North Sumatera who has a position at middle manager. There are 174 employees in population and the number of sample were 144 respondents. All data of the respective measurement items are tested with reliability and validity test based on Alpha Cronbach to the internal consistence by using SPSS program version 15. To analyze the structural equation model, the study uses AMOS 7. The model of relationship between the three variables studied shown that the organizational commitment that comprise of affective commitment, continuance commitment, normative commitmnet have a significant effect on employee’s performance with positive signs. Work satisfaction has significant effect and mediate the effect of organizational commitment on employee’s performance of PT Perkebunan Nusantara III in North Sumatera
Tekanan kerja, motivasi dan kepuasan kerja tentera laut armada tentera laut diraja Malaysia
Nor Liyana Mohd Bokti,Mansor Abu Talib
Jurnal Kemanusiaan , 2010,
Abstract: Kajian ini bertujuan menentukan perkaitan antara tekanan kerja dan motivasi dengan kepuasan kerja dalam kalangan anggota Tentera laut di Armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), Tambatan Pangkalan Lumut. Sampel kajian melibatkan 120 anggota Tentera laut yang dipilihmelalui persampelan rawak berlapis berkadar daripada tujuh buah kapal TLDM. Alat pengukuran bagi tekanan kerja, motivasi dan kepuasan kerja adalah melalui Quantitative Workload Scale, Task Evaluation Questionnaire dan Job Satisfaction Survey masingmasingnya. Hasil kajian menunjukkan, majoriti responden mempunyai tahap tekanan kerja (88%), motivasi (81%) dan kepuasan kerja (69%) yang sederhana. Selain itu, kajian ini juga mendapati kekerapan menjalani kerja luar mempunyai perkaitan yang signifikan dengan motivasi (r =.273, p≤.01) dan kepuasan kerja (r =.267, p≤.01). Kajian ini juga mendapatiterdapat perkaitan antara tekanan kerja (r =-.344, p≤.01) dan motivasi (r =.457, p≤.01) dengan kepuasan kerja. Justeru itu, organisasi harus mempertingkat kesihatan psikologi anggota tentera dan meningkatkan motivasi melalui program penerapan semangat berpasukan selain daripada meningkatkan pengurusan sumber manusia dengan aplikasi Sistem Divisyen (pendekatan kaunseling kelompok). Keadilan dalam hak terhadap faedah sampingan dan penghargaan organisasi akan menjurus kepada kepuasan kerja. Di samping itu, organisasi harus mengurangkan konflik berhubung polisi organisasi dan memberikan kursus-kursus untuk peningkatan prestasi.
Kesan Kecerdasan Emosi Ke Atas Tekanan Kerja Dan Niat Berhenti Kerja Profesion Perguruan  [PDF]
Syed Sofian Syed Salim,Rohany Nasir
e-BANGI : Journal of Social Sciences and Humanities , 2010,
Abstract: Tujuan pertama kajian ini ialah untuk mengetahui hubungan di antara kecerdasan emosi dengan tekanan kerja dan niat berhenti kerja dari profesion perguruan. Kedua, ia bertujuan melihat interaksi empat elemen dalam kecerdasan emosi: kesedaran kendiri, pengurusan kendiri, kesedaran sosial dan kemahiran sosial ke atas dua pembolehubah tekanan kerja dan niat berhenti kerja. Sejumlah 1200 orang guru dari 60 buah sekolah di Malaka, Perak dan Pulau Pinang dipilih sebagai responden kajian ini yang telah dijalankan pada pertengahan tahun 2007. Satu set soal selidik yang terdiri daripada: Emotional Competence Inventory (ECI) untuk mengukur kecerdasan emosi, Occupational Stress Indicator (OSI) untuk mengukur tekanan kerja dan Propensity To Leave Index (PLI) untuk mengukur niat berhenti Profesion perguruan telah digunakan. Dapatan kajian melalui analisis korelasi Pearson menunjukkan kecerdasan emosi mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan niat berhenti dari profesion perguruan. Sebaliknya, terdapat hubungan negatif tetapi signifikan di antara kecerdasan emosi dan tekanan kerja. Keputusan Analisis Regresi Pelbagai menunjukkan nilai pekali korelasi empat dimensi dalam kecerdasan emosi terhadap niat berhenti kerja adalah positif dan signifikan. Manakala hubungan dengan tekanan kerja menunjukkan pekali korelasi yang positif dan tidak signifikan.
faktor-faktor kerja berpasukan dan pengaruhnya kepada prestasi
Ishak Mad Shah
Jurnal Kemanusiaan , 2003,
Abstract: Kajian ini bertujuan untuk mengenalpasti faktor-faktor yang diutamakan dalam kerja berpasukan serta pengaruh kerja berpasukan kepada prestasi. Subjek kajian terdiri daripada 40 orang pentadbir kolej penempatan pelajar, UTM, Skudai. Ia dijalankan secara tinjauan melalui kaedah kuantitatif. Item-item bagi faktor-faktor pembentukan kerja berpasukan diukur menggunakan Inventori PEnilaian Pasukan (Elledge,Philips, Moxon, dan Silberman). Item Prestasi pekerja diukur menggunakan soal selidik Abdul Hadi. Statistik deskriptif min digunakan untuk mengnalpasti faktor yang diutamakan dalam kerja berpasukan. Manakala pekali Regrasi digunakan untuk menguji hipotesis. Dapatan kajian menunjukkan keutamaan kelima-lima faktor yang diuji dalam kerja berpasukan. Kerja berpasukan secara keseluruhannya didapati boleh mempengaruhi prestasi.
Latihan dan prestasi kerja dalam menggunakan automasi industri
Wan Khairuzzaman Wan Ismail,Neng Sri Novi Fitri Yani
Jurnal Kemanusiaan , 2005,
Abstract: Persoalan tentang automasi bukan lagi berkisar sekitar kemampuan syarikat pembuatan melaksanakan pengeluaran dengan automasi tetapi sejauh mana syarikat dapat meningkatkan produktiviti dan menghasilkan produk yang berkualiti melalui tahap kecekapan optimum. justeru itu penggunaan automasi memerlukan lebih ramai pekerja pengeluaran yang terlatih untuk meningkatkan daya saing industri di pasaran. Bagi memenuhi keperluan ini, latihan perlu dikukuhkan dan dijalankan secara sistematik. Latihan membolehkan seseorang pekerja menjadi lebih cekap, meningkatkan prestasi kerja individu dan seterusnya memberi kesan positif kepada prestasi syarikat. Kajian ini merupakan satu kajian tinjauan mengenai hubungan latihan dalam menggunakan automasi industri dengan prestasi kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kaedah soal selidik yang diberikan kepada operator dan penyelia di syarikat pembuatan simen di Indonesia. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan positif antara latihan dengan prestasi kerja. Dapatan kajian juga menunjukkan majoriti prestasi kerja operator berada di tahap sederhana manakala keberkasnanan dan tahap latihan dalam menggunakan automasi industri secara keseluruhannya berada pada tahap tinggi.
Page 1 /100
Display every page Item


Home
Copyright © 2008-2017 Open Access Library. All rights reserved.