oalib
Search Results: 1 - 10 of 100 matches for " "
All listed articles are free for downloading (OA Articles)
Page 1 /100
Display every page Item
Info Buku: Potensi Dan Prospek Usaha Ternak Sapi Di Pulau Timor Oleh Eston L. Foenay. Percetakan Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana, Cetakan Pertama 2009. 77hal.
Wilson Therik
The Interdisciplinary Journal of NTT Development Studies , 2010,
Abstract: Kebijakan pengembangan usaha ternak sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan upaya yang sangat strategis karena berdampak langsung terhadap tingkat kesejahteraan rakyat yang berdampak positif pda perputaran roda ekonomi daerah. Mengembangkan usaha ternak sapi sebagai basis utama bagi pengembangan produksi dan pengembangan kesempatan berusaha sebagai basis usaha peningkatan total produksi. Dengan demikian, pengembangan ternak sapi potong dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani ternak sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi daerah melalui peningkatan kemampuan pemasokan ternak hidup dan produksi olahannya.Usaha ternak sapi dapat menjadi penarik dan pendorong kegiatan ekonomi terkait lainnya seperti penciptaan kesempatan kerja, peningkatan usaha perdagangan dan jasa, mendorong industri pengolahan, industri pupuk organik, dan jasa transportasi. Secara makro usaha ternak sapi potong dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah karena perannya yang dominan dalam peningkatan kontribusi sub sektor peternakan pada total PDRB serta merupakan sumber ekspor utama wilayah dan sumber pemenuhan kebutuhan utama daging di daerah.Kajian yang dilakukan oleh Esthon L. Foenay yang dituangkan dalam buku yang awalnya merupakan hasil penelitian Tesis Magister Sains (M.Si) yang diselesaikanya pada Program Studi Magister Studi Pembangunan-Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menunjukkan adanya potensi dan sekaligus memberikan dukungan terhadap harapan bahwa NTT masih dapat mengandalkan usaha peternakan sapi sebagai salah satu komoditi andalan bagi pembangunan ekonomi daerah di NTT.
Info Buku: Budaya Bertani Atoni Pah Meto: Siklus Ritus Bertani Lahan Kering Atoni Pah Meto Tunbaba, Timor, Nusa Tenggara Timur. Oleh Wilhelmus Foni. Percetakan Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana, Cetakan Pertama 2008. 118hal.
Wilson Therik
The Interdisciplinary Journal of NTT Development Studies , 2010,
Abstract: Atoni Pah Meto, seperti juga banyak suku lain di Indonesia, adalah kelompok masyarakat di mana informasi pada umumnya disampaikan secara lisan secara turun menurun, mereka hidup dalam budaya tutur dan bukan tulisan. Nilai-nilai budaya dan kearifan-kearifan lokal pda suatu saat mungkin akan punah karena tidak ada lagi penutur. Dalam konteks seperti ini-lah tulisan Wilhelmus Foni mempunyai makna lebih. Selain itu, tulisan ini tidak saja memperkaya khasanah literatur tentang Atoni Pah Meto. Juga tidak saja memotret, menyelami dan mendokumentasikan salah satu sisi penting dari kehidupan masyarakat Atoni Pah Meto, tapi lebih dari itu, tulisan ini menyadarkan dan mengingatkan kita, terutama orang Timor, tentang salah satu sisi dari kekayaan budaya Atoni Pah Meto. Suatu sisi budaya dan tradisi yang menunjukkan keharmonisan manusia dengan lingkungannya dan sekaligus juga mencerminkan jati diri. Jati diri sebagai suatu bagian dari kehidupan bermasyarakat dan keserasian yang utuh dengan lingkungan dan penciptaNya.Kajian yang dilakukan oleh Wilhemus Foni yang dituangkan dalam buku yang awalnya merupakan hasil penelitian Tesis Magister Sains (M.Si) yang diselesaikanya pada Program Studi Magister Studi Pembangunan-Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bukan saja merupakan suatu sumbangan berharga pada khasanah literatur studi sosial antropologis yang langkah tentang Atoni Pah Meto, tetapi juga sekaligus sebagai penggugah bagi Atoni Pah Meto untuk tetap mengenal akar budayanya. Kekayaan budaya seperti ini adalah salah satu aspek dari sumber daya yang penting dalam pembangunan oleh Sosiolog James Coleman disebut sebagai Modal Sosial (Social Capital).
Info Buku: Partisipasi Masyarakat Pesisir: Kajian Pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Oleh Elvianus Wairata. Percetakan Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana, Cetakan Pertama 2008. 118hal.  [PDF]
Wilson Therik
The Interdisciplinary Journal of NTT Development Studies , 2010,
Abstract: Masyarakat Pesisir Kabupaten Kupang pada dasarnya sangat antusias dan ingin berpartisipasi dalam pengelolaan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP). Partisipasi dalam pelaksanaan program PEMP di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) didasari oleh adanya keinginan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga. Keluarga Masyarakat Pesisir umumnya adalah para nelayan dan pembudidaya yang menggantungkan hidupnya pada usaha bidang perikanan.Pada umumnya program PEMP yang ada di Kabupaten Kupang belum menunjukkan tingkat keberhasilan, namun ditemukan sejumlah persoalan yang menghambat perkembangan program ini, antara lain (1) Mekanisme pembuatan dan pengajuan proposal kurang jelas. Masyarakat pesisir pada dasarnya kurang paham dengan bentuk dan mekanisme pengajuan proposal; (2) Masyarakat pemanfaat memandang bahwa pemerintah tidak menetapkan standar baku sebagai acuan dalam mengajukan proposal. Akibatnya, masyarakat pemanfaat mengajukan dana dalam proposal sesuai dengan kebutuhan dana dan keinginan usaha mereka. Dalam pencairan dana, mereka cenderung kecewa karena dana yang diterima tidak sesuai atau mendekati jumlah yang diajukan. Unit usaha yang tidak merasakan permasalahan ini hanya unit usaha penangkapan ikan, karena dana yang diajukan tidak besar; (3) Dalam pengelolaan dana PEMP, hambatan yang ada tidak hanya berasal dari pemerintah namun mereka juga merasakan dampak eksternal. Ada berbagai persoalan yang dapat menyebabkan usaha mereka gagal, seperti musim penangkapan ikan, penyakit yang melanda usaha mereka, dan bencana-bencana alam lainnya. Hal ini menyebabkan usaha mereka hancur dan tidak dapat dikembangkan lagi; (4) persoalan ketrampilan dan penguasaan akan teknologi merupakan persoalan mendasar yang dihadapi oleh masyarakat pemanfaat; (5) Persoalan lainnya yang dihadapi oleh masyarakat pemanfaat adalah peranan pendamping yang rendah. Pendamping yang ditunjuk sebagai Konsultan Manajemen oleh pemerintah kurang menjalankan fungsinya.Kajian yang dilakukan oleh Elvianus Weirata yang dituangkan dalam buku yang awalnya merupakan hasil penelitian Tesis Magister Sains (M.Si) yang diselesaikanya pada Program Studi Magister Studi Pembangunan-Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menunjukkan adanya keinginan dari masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Kupang untuk memperbaiki kehidupan ekonomi mereka dengan memanfaatkan program pemerintah dan salah satunya adalah Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir.
Universitas/Ries  [PDF]
Morosini, Marília Costa
Educa??o , 2007,
Abstract: O artigo relata e analisa a constitui o e a consolida o da rede UNIVERSITAS/RIES. Esta advém da agrega o de duas redes de pesquisa voltadas à educa o superior. O grupo UNIVERSITAS, criado em 1993, voltado às políticas de educa o superior teve, em 1998, a agrega o da rede RIES - Rede Sulbrasileira de Investigadores da Educa o Superior, voltada à Pedagogia Universitária. A rede se constitui em Núcleo de Excelência em C, T & I do CNPq/FAPERGS e em observatório de Educa o da CPES/INEP. A partir de no o de campo científico de Bourdieu s o identificados, na rede UNIVERSITAS/RIES, critérios de competência científica e de poder social, seus principais fundamentos teóricos e metodológicos bem com a produ o científica do grupo. O artigo encerra com a apresenta o de desafios a serem enfrentados na caminhada futura.
Cover JIFO Vol 6 No. 1 Januari 2012
Jurnal Informatika JIFO
Jurnal Informatika , 2013,
Abstract: Jurnal Informatika diterbitkan oleh Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai media untuk menyalurkan hasil penelitian dan pemikiran kalangan akademisi, peneliti dan praktisi bidang informatika maupun teknologi informasi.Jurnal Informatika terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman berikutnya.
Cover JIFO Vol 5 No. 1 Januari 2011
Jurnal Informatika JIFO
Jurnal Informatika , 2013,
Abstract: Jurnal Informatika diterbitkan oleh Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai media untuk menyalurkan hasil penelitian dan pemikiran kalangan akademisi, peneliti dan praktisi bidang informatika maupun teknologi informasi.Jurnal Informatika terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman berikutnya.
Cover JIFO Vol 6 No. 2 Juli 2012
Jurnal Informatika JIFO
Jurnal Informatika , 2013,
Abstract: Jurnal Informatika diterbitkan oleh Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai media untuk menyalurkan hasil penelitian dan pemikiran kalangan akademisi, peneliti dan praktisi bidang informatika maupun teknologi informasi. Jurnal Informatika terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman berikutnya
EFEKTIVITAS DISKUSI KELOMPOK DAN PELATIHA EFIKASI DIRI UNTUK MENURUNKAN STRES MAHASISWA YANG SEDANG SKRIPSI
Faridah Ainur Rohmah
HUMANITAS , 2012,
Abstract: Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untu mengetahui efektivitas diskusi kelompok dan pelatihan efikasi-diri untuk menurunkan tingkat stres menghadapi skripsi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang sedang mengerjakan skripsi. Terdapat 28 subyek penelitian yang kemudian dibagai secara random untuk masuk ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok eksperimen. Sembilan orang masuk dalam kelompok eksperimen dan sembilan orang sebagai kelompok kontrol. Eksperimen ini menggunakan desain pre-post tes.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN, BUDAYA, STRATEGI, DAN KINERJA: PENDEKATAN KONSEP  [cached]
Armanu Thoyib
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 2005,
Abstract: Objective of this article is to describe a conceptual framework that shows the relationship of variables of leadership, culture, strategy, and performance. The article presented some theoretical concepts of Organizational Behavior, Organizational Culture, Leadership, and Strategic Management. Finally, some possible research objective observing the relationship of variables of leadership, culture, strategy, and performance are highly expected to develop the objective of the study. Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian. Kata kunci: kepemimpinan, budaya, strategi, kinerja.
KEPEMIMPINAN BERVISI MENGHADAPI LINGKUNGAN BISNIS YANG TIDAK PASTI  [cached]
Tuty Lindawati
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 2001,
Abstract: The future business environment is full of uncertainty. This is caused by the increase in the level of uncertainty and ineffectiveness of the company's strategic plan. In relation to this, the key to effective leadership in coming days is leadership that has a vision for the future. The vision itself is needed as the basis for change in a better direction, so that it can guide the company in the midst of the uncertain and changing business environment. Abstract in Bahasa Indonesia : Lingkungan bisnis masa depan adalah lingkungan yang penuh ketidakpastian. Hal ini menyebabkan tingkat ketidakpastian dan ketidakefektifan rencana strategis perusahaan meningkat. Dalam kaitan ini kunci kepemimpinan mendatang adalah kepemimpinan bervisi ke depan. Visi itu sendiri diperlukan sebagai pemicu perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga dapat mengendalikan perusahaan di tengah-tengah gejolak lingkungan bisnis yang tidak pasti. Kata kunci: visi, kepemimpinan, abad 21.
Page 1 /100
Display every page Item


Home
Copyright © 2008-2017 Open Access Library. All rights reserved.