All Title Author
Keywords Abstract


PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT SHIGELLA (DISENTRI) PADA MASYARAKAT DI JAKARTA UTARA, DKI JAKARTA

Full-Text   Cite this paper   Add to My Lib

Abstract:

Di Indonesia proporsi penderita diare dengan Shigella (disentri) dilaporkan berkisar antara 5-15%. Proporsi Shigella yang menjadi berat belum jelas. Sindrom disentri terdiri dari kumpulan gejala diare dengan darah dan lendir dalam feses dan adanya tenesmus. Dalam tata laksana kasus diare yang ditetapkan Sub.Direktorat P2.Diare, K&PP Ditjen.PPM & PLP Depkes Rl. (selanjutnya disebut Tata laksana Diare Akut) semua diare berdarah dikatagorikan sebagai disentri sesuai batasan WHO. Disentri berat adalah disentri yang disertai komplikasi. Telah dilakukan penelitian tentang perilaku dan sosial budaya penganggulangan penyakit Shigella di Jakarta Utara. Tujuan umum penelitian itu adalah untuk melihat perilaku pencarian pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit Shigella (disentri) dan penyakit diare lainnya oleh masyarakat serta untuk mengetahui penerimaan masyarakat pada pemberian vaksin Shigella. Tulisan ini merupakan sebagian dari hasil penelitian dan membahas tentang perilaku pencegahan penyakit Shigella (disentri) menurut masyarakat di Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Full-Text

comments powered by Disqus