全部 标题 作者
关键词 摘要


HYGIENE PERSEORANGAN SANTRI PONDOK PESANTREN WALI SONGO NGABAR PONOROGO

Full-Text   Cite this paper   Add to My Lib

Abstract:

Perilaku hidup bersih dan sehat terutama hygiene perseorangan di pondok pesantren pada umumnya kurang mendapatkan perhatian dari santri. Hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya penyakit scabies. Faktor yang mempengaruhi penularan penyakit ini adalah sosial ekonomi yang rendah, hygiene perseorangan yang jelek, sanitasi lingkungan yang buruk, perilaku yang tidak mendukung kesehatan, dan hunian yang padat. Tujuan penelitian ini: 1) Menguraikan kepedulian pimpinan pondok tentang hygiene perseorangan. 2) Menguraikan kegiatan penumbuhkembangan upaya hygiene perseorangan bersumber masyarakat pondok. 3) Menguraikan pendanaan/sarana dari pondok tentang personal hygiene. 4) Menguraikan kreativitas dari pondok yang berhubungan dengan hygiene perseorangan. 5) Menguraikan pengetahuan hygiene perseorangan santri. 6) Menguraikan sikap hygiene perseorangan santri. 7) Menguraikan tindakan hygiene perseorangan santri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah descriptive. Populasi dalam penelitian ini adalah santri yang tinggal di asrama putra pada tahun 2005-2006 berjumlah 249, sampel berjumlah 30 orang, dan tehnik pengambilan sample systematic random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Kepedulian pimpinan pondok belum ada. (2) Kegiatan untuk menumbuhkembangkan upaya hygiene perseorangan di pondok belum terencana dengan baik. (3) Pendanaan pondok tentang hygiene perseorangan belum ada. (4) Kreativitas usladz dan santri dalam membuat pesan-pesan kesehatan di pondok belum ada. (5) Pengetahuan santri tentang hygiene perseorangan 50% baik. (6) Sikap hygiene perseorangan santri 83,3% positif, dan (7) Tindakan hygiene perseorangan santri 83.3% rendah. Hasil di atas menunjukkan bahwa hygiene perseorangan santri perlu ditingkatkan. Kemudian untuk mengubah kebiasaan yang masih kurang baik diperlukan pemberdayaan seluruh potensi yang ada di pondok. Kata kunci: hygiene perseorangan, pesantren, santri

Full-Text

comments powered by Disqus